Part 1
Senja mengawali kehidupan gelapku
di usia 19 tahun. Dan entah bagaimana aku harus memulai hidupku yang mungkin
disana banyak halangan dan masalah yang menantang. Perjalanan awal
memperkirakan bahwa aku akan menjadi seorang pemusik yang keren nantinya
“pikirku dengan percaya diri”. Rosalina.. yah itu namaku yang baru-baru saja
beken di sosmed gara gara mewarisi kata-kata yang hampir membuat para pasangan
terenyuh dengan kata kata bijakku haha “tawaku sangat lebar”.
Aku adalah seorang perempuan yang
di lahirkan jauh dari kata kota. Dengan pakaian apa adanya muka beler dan
bahkan style tidak menjamin sama sekali. Tomboy … banyak orang yang mengira bahwa aku ini cowo. Karena dengan
gaya rambutku yang seperti lelaki ini membuat semua orang, bukan semua orang
namun lebih tepatnya adalah seorang perempuan dan cewe lainnya melihatku dengan
kagum dan mungkin terbawa perasaan kali yah..haha” kembali, tawaku makin
bersemangat”.
Namun aku bukan menceritakan soal
aku tomboy atau apa lah. Aku akan menceritakan perjalananku yang akan memulai
awal perkuliahan di salah satu Universitas yang berada di Jakarta.
Aku tinggal di Jakarta lokasinya masih
lumayan dekat dengan Kampusku jadi aku tidak akan susah payah lagi mencari angkutan
umum seperti SMA kemarin yang sempat bolak-balik cari angkutan dan semuanya
penuh, tepatnya di Surabaya. aku pindah dan lebih tepatnya masih ngontrak, di
Jakarta bersama keluarga, karena Ayah ada bisnis kecil-kecilan di kota ternama
ini. Dan mungkin insya Allah semuanya bakal lancar sampai aku lulus S1 nanti di
Fakultas seni musik. Amin…
Oh ya aku ingat sesuatu, kekasihku..”lirih”
iya kekasihku Irvan namanya, kekasih yang selalu mendukung, menopangku agar tetap
bangkit dan selalu membimbingku ke jalanNya. Kadang aku terlalu jahat dan
terlalu sibuk untuk terus mengabaikan ia yang berada di Surabaya. Kita pasangan
memang tidak seromantis pasangan-pasangan lainnya yang selalu mengumbar
kemesraan di sosmed,makan berdua di tempat-tempat yang mewah, dan kurang lebih 1
tahunan kita jarang bertemu. Karena dia memang sibuk juga dengan kuliahnya di
Surabaya apalagi di tambah dengan ia bekerja, tapi Alhamdulillah sudah semester
6 tinggal setahun lagi ya sayang hehe “tawaku dengan bersemangat”. Tapi disisi
lain aku terkadang mengeluh karena merasa bener-bener cinta dan berjuang
sendiri. Tidak ros, tidak. Kau tidak berjuang sendirian tapi bersam. “Hati
kecil berbisik”. Bertahan dengan egoku, akhirnya aku tetap bersabar menunggu dia
memberikan kabar kepadaku walau sedetik pun itu membuatku sangat berharga.
Kadang menunggu itu hal yang membuatku sangat muak, namun untuk kekasih hati
menunggu bukan menjadi alasan lagi untuk tidak pergi.
Komitmen sudah terjaga namun
keegoisan tetap saja berkecamuk mencampuri urusan dalam hubungan kita. Bukan,
ini adalah hal yang bersifat pada diri sendiri masing-masing, wajar setiap
individu terdapat keegoisan yang bergejolak untuk memenangkan keras kepalanya.
Harus LDR’an lagi ?? tanyanya
waktu itu..
Aku cukup menenangkannya, karena dulu kita pernah LDR’an juga waktu Irvan
bersekolah di Jakarta saat SMA dan aku di Surabaya. Entah ini seperti Adam dan
Hawa saling mencari ataukah hanya manusia biasa yang saling merindui. Sungguh
malam itu membuat kita sempat menangis berdua dan tak tega sekali aku
meninggalkannya dengan senyuman yang manis di bibir merah itu.
Rindu.. iya, aku sering
melafadzkan candu rindu kepadamu. Dan malam ini aku merindukanmu, benar-benar
merindukanmu Van, akankah kau merasakan dan mendengarkan kicauku ini ?
Mereka bilang kita pasangan yang
so sweet dan mereka bilang kita pasangan yang tidak terlalu cocok. Dan kita
bilang mereka hanya komentator yang tidak berguna. Mereka tidak menjadi kita,
dan bahagia juga kita yang nyiptain bukan mereka. Entah kenapa rasanya nyayat
banget jika ada orang yang selalu bertanya “kenapa sih lo ko masih saja sama
Irvan? lo yakin dia akan bertahan sama lo? Dia kan ngga pernah ngasih kabar ke
elu ?” iyah sih.. tapi mau gimana lagi tali kita udah ngga bisa kebuka dan nggak
aka pernah bisa di buka lagi” :D sambil tersenyum aku menjawabnya.
Cukup yakin kalau kita akan
sampai ke jenjang yang lebih tinggi, hiii ciyeee kek kuliah “candaku” berdoa,
berusaha dan tetap berjuang agar hubungan kita sampai ke jenjang pernikahan
Amin.. bertemu, saling menggenggam tangan dan selalu melafadzkan janji komitmen
kita. “tersenyum bersyukur”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar