Kamis, 11 Februari 2016

IBU :"( (catatan lama yang berada di blog WandSastraa kemarin itu blog juga punya saye lupa kata sandi)

Malam itu ku terlelap pada pukul 21:41. Aku menunggu balesan sms dari dia tapi dia malah asyik dengan teman temannya. Ya sudah ku mulai memejamkan mataku. Saat itu gelap sekali aku tidak tau aku itu mimpi apa. Dan tiba tiba aku mimpi campur aduk, mimpi pertama adalah saat pulang sekolah sepeda milikku di mainkan oleh teman temanku, dan saat itu juga ku mulai asyik bermain kejar kejaran dengan beberapa temen temenku laki laki dan perempuan, karena sebentar lagi kita akan meninggalkan kelas dan bahkan akan meninggalkan sekolahan tercinta dimana kita dipersatukan. Waktu itu aku tak sadar pada pukul berapa aku bermimpi. Dan kemudian gelap lagi. mimpi yang kedua adalah ada tawaran hp BB milik Artis Vannesa Angel mungkin seingatku, dia menawarkannya denganku disekolahan 370 saat itu ku bersama Diki lebih akrabnya di panggil Mbahe. Padahal seingatku tadi malem sebelum tidur itu yang menawarkan Hp Yoga teman sekelas juga. Tapi kenapa didalam mimpi itu Yoga berubah menjadi Vannesa Angel. Apakah Yoga adiknya.. oh tidak tidak mungkin hanya kebetulan saja. Lalu ku melanjutkannya dengan gelap lagi, saat itu Ku mulai merasa kedinginan hebat. Mimpi yang begitu membuat airmata ini bercucuran terus menerus, seakan akan benar benar terjadi. Dan Jika ku melihat ibu ingin selalu meneteskan airmataku. Mimpi yang terakhir itu Ibu meninggalkan Kita yaitu aku,adek dan Bapak. Terasa masih seperti kemaren ya Robb, begitu gampangnya airmata ini menetes. Aku tidak ikhlas jika benar benar terjadi, karena ku belum sempatkan Ibuku bahagia, yang ada aku malah membangkang padanya. Apakah aku pantas jadi anak Ibuku ya Robb... ??
Saat itu ku bermain dengan Eva (keponakan) yang akrab di sapa Ey dan Titik (masih saudara) yang akrab disapa Tuek. Selalu ku bermain dengan dua orang tersebut. Dan pada akhir akhir ini tidak bermain bmain karena sebentar lagi aku UN. Ku sempatkan waktu yang ada buat belajar ”kataku” tetapi dimimpiku itu aku bermain asyik dengan mereka berdua, aku yang membawa tas warna coklat pemberian dari Bapak yang isinya adalah Laptop. Ey membawa makanan untuk dimakan kita bertiga (seingatku) dan Tuek yang membawa sepeda ontelnya. Kita bermain di bawah pohon asam depan rumah tetangga, dan seingatku pohon itu sudah di tebang. Lalu ada Suradi dan ...( aku tidak ingat ) di atas pohon itu ada studio musik, aku sempat tak mengira “ wet ko enek studione ” kataku penuh tanya.[ MAAF KU TRANSLETE PAKAI BAHASA JAWA ] Lalu ku perlahan mendengarkan musik yang dimainkannya Drum dan sebuah Gitar listrik yang penuh alunan itu. Kita menikmati seakan penuh makna, nasi bungkus yang dibawa Ey kita makan beriga, tetapi Tuek tak makan, karena dia asik dengan mencari Buah asam. Ya sudah aku makan berdua saja dengan Ey. Dan beberapa menit kemudian ada Nanda “adekku” berboncengan dengan Saroh temannya. “ Mba manthuk” datang kepadaku, “lapow sman mrene nang manthuk wes sore iki” kataku. “tapi mb” tersendat. “wes talah nang manthuk” aku bentak. Kemudian Nanda pulang, kemudian aku melihat anak anak kecil bersepeda ria di sebelah utara. Padahal seingatku sudah petang. “ kenopo arek arek iku ra nang umah ra d golei wong tuone to py” kataku. Dan ey mulai menjawab “ lah kuwi ws mbe wong tuone ngunu j” dengan santainya ku makan lagi. tetapi seakan akan hati ini merasa tidak enak, ada yang menganjal. “ ey ayok moleh “ kataku. “ayok to” jawab ey. “he ayok moleh” mengajak Tuek. Tuek manjawab “ayok”. Beberapa menit kemudian kita sampai di depan Pos “ leren sek nang kene “ kataku sambil duduk. Lalu ku melihat kearah timur banyak orang yang duduk dan berdiri di samping jalan yang kotor itu. Aku melihat dengan pelan ada tanda kuning di rumah ku dan ku melihat ada ruang untuk memandikan orang mati. Spontan akub kaget dan membuang tas yang ku bawa. “sopo seng mati” tanya Ey. “ mbahku Ey “ jawabku. Aku mengira yang meninggal adalah Nenekku. Karena seminggu ini dia tidak pulang, dia berada di rumah menantu satunya. Aku kangen sekali dengan mbahku :”(. Dan lalu ku berlari sekencang mungkin dengan airmata yang mengalir begitu deras, mereka temanku mengikutiku dari belakang. Dan sampai dirumah ku menangis dengan kencangnya. Aku melihat Nenek masuk rumah, dan Bapak di depan rumah berpakaian warna putih. Aku berhenti dan perlahan lahan mendekati Bapak. Bapak yang menangis seakan tidak menyangka ini terjadi. Dan kumulai bertanya “Pak, sopo seng gak enek” tanyaku sambil tersesak. “ibukmu gak enek” jawab bapak dengan memelukku. “ Ibuk pak ??” tidak menyangka. Bapak waktu itu hanya memelukku sambil menangis, aku mengamuk seakan akan tidak percaya Ibuk meninggal :”( “ Pak Ibuk ko iso mati ki py Pak, ya Allah cepet tenan sman mundut Ibuk Kulo” kataku dengan derasnya airmata yang mengalir. “ Ibuk mu matine sak durunge te sholat dhuhur tapi Allah berkehendak lain” kata Bapak dengan mengusap airmataku.” Pak iki gak Adil wingi Ibuk ligek apik kaleh ku, saiki Ibuk malah cepet ninggal Wulan, Pak wulan pengen di manjha maneh kaleh Ibuk” kataku dengan  penuh Egois. Lalu ku beranjak pergi ingin melihat jasad Ibu dimandikan. Tapi saat itu ku segera membuka mataku, ku beranjak dalam mimpiku juga dan tak terasa airmata ini benar benar mengalir menumpahi seluruh kamar tidur, Bantal,Dan Guling, begitu menembus mimpi itu, karena seakan akan seperti nyata. Selimut yang halus ku buat mengusap airmata ini. Lalu ku mendengar Adzan Subuh mulai berkumandang. Aku tidak bisa tidur lagi, ku beristirahat sejenak, ku ingat ingat mimpi itu, tetapi masih saja airmata ini terus mengalir. Dan ku berdoa kepada Allah “ Allah, apa sebenarnya mimpi itu tadi, kenapa seakan akan benar benar nyata,! Tolong ya Robb, jangan pernah ambil Ibuku dulu dan Bapak juga, aku belum sempatkan mereka berdua Bahagia, bangga denganku. Aku ingin Engkau selalu menyehatkan mereka berdua, melancarkan Rezeki mereka berdua, dan selalu lindungi mereka ya Robb, jangan pernah Ambil mereka dulu sebelum ku menjadi anak yang Sukses, dan mampu membahagiakan, membanggakan mereka dengan prestasiku yang cemerlang. Allah tolong jaga mereka berdua ya Robb. Sayangi mereka dari lebih Kau menyayangi Hamba.. Amin. Tak lama kemudia ku menangis lagi. benar benar tidak percaya bahwa akan bermimpi seperti itu aku. Walaupun Ibu mempunyai sifat yang keras dengan anak anaknya, tapi ku yakin di balik semuanya Ibu mempunyai sifat yang penyayang. :”( [tetap menangis]
Takut sekali jika Ibu tidak terbangun dari tidurnya, hanya itu yang aku khawatirkan. Aku perlahan mematikan kipasku, ku mulai mendengarkan, biasanya Ibu sudah terbangun kalau sudah jam 04:00. Kamar yang bersebelahan denganku, dan tepat untuk mendengarkan apakah Ibu masih menguap, aku takut jika mimpi itu benar benar terjadi. Dan beberapa menit kemudian aku mendengar Ibu menguap dan pada akhirnya “Alhamdulillah” sambil meneteskan airmata lagi. lalu aku menunggu Ibu membangunkanku. Dan pada akhirnya aku di bangunkan, aku tersenyum dengan lemas, dan sangat bersyukur kepadaNya. Ibu membangunkanku dengan mengetuk pintu, dan pada akhirnya ku bangun mengambil wudhu untuk sholat subuh. Sebelum ku berjalan menuju ke dapur ku melihat Ibu sejenak Berwudhu. Dalam benakku “ Alhamdulillah ku masih bisa melihat Ibu berwudhu ya Robb”. Setelah Ibu selesai berwudhu gantian aku yang berwudhu. Dan lalu ku mulai sholat subuh berdoa kepadaNya. Hamba hanya ingin Keluargaku Utuh sampai Wulan sukses nanti dan memberangkatkan kedua orang tua pergi Umroh. Insya Allah jika Allah memeberikan Rezeki yang banyak dan tak ada putus putusnya Wulan akan mendaftarkan Bapak Dan Ibuku berangkat Umroh, Insya Allah. Dan kalau bisa Haji sekalian, Insya Allah. :”)
 
Ingin sekali ku memeluk Ibu, melihat senyum Ibu saat tertidur,ingin melihat Ibu saat Sholat, Mendengarkan Ibu saat mendoakanku. Waktu itu saat Ibu membaca Alqur’an hati Wulan sangat tenang Bu, saat kecil Wulan sangat manja sekali dan selalu di manja oleh Ibu. Tapi sekarang Wulan membangkang, Wulan emang harus di marahi, Wulan sulit di atur Bantah saat disuruh Belajar, sholat. Maaf Bu, karena Wulan hanya ingin di Manja sama Ibu lagi, Wulan pengen Kecil hidup dengan Kleuarga yang penuh canda dan tawa saat itu. Dan setalah Wulan sebesar ini seiring dengan berjalannya waktu kini semua kisah dulu seakan akan membuat hati Wulan sedih. Ibu jangan pergi lagi, jangan pernah tinggalkan Wulan,Nanda dan Bapak sendiri. Ibu harus melihatku Sukses dan menikah esok hari. Aku sayang Ibu :”( [menangis lagi]
Puisi untuk mu Bu, dan Lagu yang sering membuat Wulan menangis jika mendengarnya....
IBU...
Engkau telah mengandungku selama sembilan bulan..
Kau pertahankan nyawaku agar aku tetap hidup didunia Ini...
Sakit perih mau rasakan,agar aku hadir didunia ini...

IBU....
Perjuangan my sangat Berat...
Kau taruhkan nyawamu agar saya hadir didunia...
Dengan penuh kasih sayang kau rawat saya...
Dengan penuh cinta kau jaga saya...

Ibu ......
Pengorbanan mu sangat susah untuk dibalas...
Saya hanya bisa mendoakan mu dan memberi yang terbaik untukmu...

Lagu Untuk Mama...
Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar