Rabu, 25 Januari 2017

"Pangeran Delisioner” (Revisi Prince Of Dream)

             Terik mentari mengantarkanku ke dalam suasana yang melankoli, musim semi kembali menyapaku dalam perjalanan yang sangat optimis. Karena hal yang aku harapkan akan segera terkabulkan. Langit biru terbawa oleh angin yang berhembus hangat menerpa tubuhku yang kecil mungil ini. Hampir payung yang aku bawa seakan lenyap dari kepala yang membawa mahkota cantik dalam diriku. Bangku yang berada jauh dari jangkauanku telah melambai-lambai dari tadi, aku menyegerakan duduk dan ingin sekali mendengarkan lagu kesukaanku, “Wherever You Are” lagu penyemangat dimana aku menemukan lelakiku saat itu.
 Sesekali aku melihat jam dan menunggu dirimu akan mengabariku walau hanya sedetik. Yaah.. Namun tidak sama sekali. Aku tau sifatmu dan keburukkanmu, namun aku hanya bisa diam dan melihatmu dari kejauhan. “Aku ini apa ?” Aku sama sekali tidak pantas menjadi kekasihmu. Dia pria terbaik yang aku kenal dan menjadikanku wanita yang lembut akhir-akhir ini, namun aku sadari bahwa ini aku harus berakhir dengannya di musim semi seperti ini. Entah... Aku muak dengan cinta yang harus berusaha aku sembunyikan dari teman-temanku. Tapi untuk kekasihku Toru, ini sudah seharusnya di rahasiakan. Karena jika kalau tidak semuanya akan berakhir apalagi yang menyebabkan aku. “Hah... Pikirku aku akan segera di penjarakan. “Oh tidak”.  Aku ingin hidup secara tenang mulai saat ini. “Biarkan saja mengalir, iya ... Biarkan saja mengalir” menghela nafas panjang.
Dan tanpa aku sadari, sedari tadi aku telah di perhatikan oleh seseorang dari belakang. Aku menengok dan benar, orang itu toru.Toru pun segera duduk di sampingku dengan penutup wajah (masker) dan topi berwarna hitam.
“Aaah... Maaf aku terlambat” Membuka penutup wajah.
“Iya taka pa” Pasang wajah lesu.
“Kau kenapa tampaknya sedang ada yang kau fikirkan” Sambung Toru dengan penasaran.
“Oh.. Toru Maafkan aku, seharusnya aku bahagia kau sudah datang dan berada di sampingku sekarang. Tapi mengapa aku jadi aneh seperti ini. Bahkan aku mulai tak mempercayai diriku” jawabku dengan suara lirih. “Dan aku minta maaf, karena aku tidak mengetahui kalau kau berada disitu sejak aku membicarakan hubungan kita sendirian” Sambung dengan melihat wajah Toru.
“Hahaha... Kau bodoh” Suaranya mulai meledak. Dan aku hanya tertunduk karena takut. “Hei..” Dia melihatku namun tetap saja aku menundukkan kepalaku. “Seharusnya kau jangan berbicara sejauh itu. Aku tau kau tersiksa untuk ini. Tapi tenang saja kita melewatinya dengan bersama, jadi apa kau masih tidak tenang? Aku akan berusaha keras untuk menjadikanmu ibu dari anak-anakku nanti” Suaranya melui menurun dan lembut. Aku melihatnya dan ia perlahan mendekapku. Aku hanya diam dan menikmati hangat saat ia memelukku aku tau ini tulus.
Diam sejenak… Lalu mereka melepas dekapan mereka masing-masing.
“Toru.. Tolong maafkan aku. Entah mengapa aku ingin menangis hari ini. Aku selalu merindukanmu tanpa peduli apapun” Mulai meneteskan airmata.
“Hei.. Kau menangis?  kenapa kau cengeng sekali” Melihat wajahku dan mengusap satu persatu setiap tetesan airmataku.
‘Apakah aku harus mengatakannya ?’ Dalam hati tetap bersikeras.‘Ah tidak, tidak.. Ini sudah menjadi suasana yang hangat dan tenang jadi jangan pernah membuat kebodohan’ Menghela nafas kemudian menganggukkan kepala.
“Hei.. Clara kau kenapa ?” Pekik Toru.
“Ah.. Tidak apa apa” Tersenyum namun toru melihatku aneh. “Oh ya, tadi berjalan dengan lancar kan ?”
“Iya, kenapa ?” Tiba-tiba aku terdiam lagi.
‘Kenapa aku kembali seperti ini lagi’ Gumamku kembali menganga.
“Clara.. Kau tidak apa- apa ?” Aku melihatnya, namun matanya seakan merasa khawatir denganku.
“Aah..”Kaget. “Ya aku baik-baik saja Toru” Merasa berdetak lebih keras jatungku.
“Ooh.. Mungkin kau belum makan. Sampai- sampai kau tidak seperti biasanya. Ceritakan nanti setelah makan. Ayo!” Menggandeng tangan kananku dan aku menurutinya.
‘Aku takut ini akan berdampak negatif untuk mereka yang mengetahui aku sedang bersama Toru Gitaris One Ok Rock’ Gumamku lagi merusak moodku. ‘Ah semoga saja tidak’ Menghela nafas panjang.
“Kenapa lagi ?” Bersiap menutup wajahnya dengan masker.
“Ah.. Tidak apa-apa Sayang” Tersenyum kecil kembali menyemangatiku. Walau masih agak canggung.
“Haiiishh...” Mengusap rambutku. Dan itu membuatku merasa lebih cepat berdetak dan kembali tegang.
****
KAFE TODAI
            Kekhawatiranku mulai muncul kembali, banyak sekali orang-orang yang berada disana, sesekali aku melihat-lihat kearah dimana aku bisa memposisikan diriku dengan tepat. Tiba-tiba….
“Oke kita sudah sampai”
Aku merasa kaget dan wajahku terlihat bodoh sekali pada saat itu. Namun, kecurigaanku benar, mereka melihat Toru dengan penuh penasaran. Mungkin mereka berkata seperti ini ‘Siapa yang bersama perempuan lusuh itu, mengapa ia yang  tampan dan mau dengan perempuan yang seperti dia’. “Hah…”. keluhku pelan, dan aku bersyukur Toru tak mendengarku.
“Wah kau Toru.. Toru Yamashita ?  personil band One Ok Rock, iya kan ?” Seorang wanita datang dengan gaya yang amburadul menurutku dan mata yang hampir melompat.
“Benar,  Aku Toru One Ok Rock”. Jawabnya dengan tersenyum manis. ‘Toru-ku tersenyum kepada wanita itu. Akupun hanya pasrah. Mungkin ini yang di namakan formalitas’. Gumamku menggerutu.
Dan semua orang yang berada disitu melihat kejadian yang baru saja terjadi. Aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Belum lama aku berjalan menuju kamar mandi aku mendengar suara. Entah itu suara apa, namun aku tersadar bahwa tanganku tak menggenggam ponsel yang telah lama aku bawa tadi selama pergi ke Kedai “Pyaaaaar…” Kedengarannya seperti itu. Toru yang berada di tempat, tidak menyangka bahwa para fansnya bisa bertindak bodoh seperti itu dan hampir saja tidak tertahan emosinya. Semua orang yang berada di situ, yang meminta tanda tangan Toru meminta maaf kepada toru dan mereka sesegera kembali ke meja tempat makanannya masing-masing. Aku pun kembali dan terkejut melihat ponselku yang tercacar dan satu persatu kepingan mulai di pungut oleh kekasihku.
“Mengapa jadi seperti ini ?” Berfkir sejenak. “Apakah karena mereka-mereka tadi ?” Sedikit kesal.
“Aah.. aku minta maaf  Clara. Ini aku yang salah jadi kau tenang saja akan aku perbaiki nanti” Mencoba membuatku tenang.
“Tidak usah. Biarkan aku saja yang memperbaikkinya” Mencoba merebut.
“Hei.. Kau kenapa adakah sesuatu yang kau rahasiakan di balik ponselmu yang jadul ini ?” Mencoba bercanda.
“Apa!” Terpampang wajahku yang seperti nenek-nenek beramarah.. “Jadul katamu ? Hah kau menyebalkan sekali” Membuang tisu ke arahnya.
“Hahaha....” Dia tertawa sepertinya aku menemukan kebahagiaan atas itu juga.

Tiba-tiba makanan sudah datang. Kejailan Toru mulai berkurang.

“Ini makanan yang kau pesan dan ini minuman yang kita sediakan selama musim semi” Wanita ini begitu lembut dengan ucapannya, namun aku tidak menyukai tampangnya yang begitu tidak berkedip saat Toru. ‘Aku merasa jealous, mengapa ia sok sexy sekali di depan Toru-ku’ Gumamku kembali menggerutu.

Tiba-tiba perempuan ini berubah jadi cacing kepanasan. Toru dan aku melihat itu seakan tidak berselera makan.
Kang mas Toru mengapa kau berada disini? Dan ini siapa? Kekasihmu?” Bertanya layaknya polisi. Mengintrogasi.
“Hehehe..Tidak, aku hanya teman SMAnya dia. Jadi jangan salah paham” Mencoba menyelamatkan toru. Meskipun terasa sakit sedikit. Aku menampakkan senyuman tergilaku pada perempuan itu.
Kenapa ashiya bertingkah seperti itu’. Gumam Toru dengan merasa tak percaya.
“Wah syukurlah, Aku salah satu penggemar One Ok Rock dan menyukai Taka (vokalis). Ah.. kebetulan kau disini aku ingin kau menyampaikan salamku kepada Taka. Dan disini kau harus menandatangani  hehehe..” “Benar benar membuatku muak” Pekikku pelan. ‘Mengapa ia sangat celutak sekali, …Ah, buah dadanya hampir terlihat. Semoga saja toru-ku tidak melihat itu’ Membuang muka.
“Hehe.. Baik” Mulai menandatangani. Oke terimakasih sudah menyukai OOR (One Ok Rock) terus support kita. Salam akan tersampaikan kepada Taka” Tersenyum.
“Kau memang benar-benar baik dan tampan Toru. Sedekat ini aku melihatmu.. Ahehehe…” Mencoba lebih mendekat dan tiba-tiba suara yang tidak di ketahui datang dari arah yang tak terduga.
“Hei.. Apa yang kau lakukan? kenapa harus berbincang-berbincang seperti ini dengan pelanggan. Cepat kau kembali bekerja atau gajimu akan aku potong selama dua bulan” Suara meninggi layaknya ingin memakan mangsanya.
“Ahehehe…” Terlihat bodoh. “Aku minta maaf pak. Aku akan kembali bekerja” sedikit malu dan segera kembali kepekerjaannya.
“Maafkan pelayanan kami tuan, yang sangat kurang sopan untuk tuan” Terkejut melihat toru. Dan belum lama Toru menjawab pemilik Kafe Todai ini memulai pertanyaan kembali. “Oh kau Toru Yamashita ? One Ok Rock itu kan yang memainkan gitar dengan keren sekali” Terkejut dan merasa ingin terbang nampaknya.
“Hehe.. Iya aku Toru One Ok Rock” jawabnya dengan tersenyum manis.
“Oh yasudah nikmatilah makan siangmu tuan, sekali lagi maafkan untuk pelayanan kami” Mulai beranjak pergi.
“Oh.. iya” Tersenyum kembali. Diam sejenak… “Ah... Benar-benar. Berlebihan sekali disini” Merasa kesal. Spontan melihat Clara. “Hei.. Kau makan yang banyak. Lihat perutmu semakin hari semakin tak terurus” Candanya mulai kembali.
“Hei.. Kau sudah berapa kali meledekku ? Kau tau aku sangat frustasi” Meninggikan suara. Disitu Toru melihat ke arah kanan dan kirinya berharap tidak ada yang melihat kekasihnya yang mengomel layaknya naga keluar api.“A-a.. Aku minta maaf” Merasa malu dan kembali makan.
“Kekanak-kanakan sekali. Sudah kau makan yang banyak. Aku tidak ingin kau sakit, apalagi kau frustasi” Suara mulai berhembus lembut. Dan itu membuatku merasa lucu.
“Hehe ... Baik paman” Mencoba meledek.
“Hei.. kau berani padaku rupanya” Mengambil makanku.
“Hah.. Kau, dasaar..” Merasa kesal.
“Hei.. Kau selalu marah” Menyendokkan nasi. Ini ini bilang a..a..a” Menyuapiku. Namun aku mengambilnya dengan tangan.
“Hah.. Kau jorok sekali. Usap!” Memberikan tisu.
“Maaf…” Kembali makan.

Setelah 35 menit kami berbincang dan makan. Kita kembali ke tempat di mana awal kita bertemu. Sepanjang perjalanan tangan kita bergandengan. Walaupun dengan penutup muka layaknya teroris. Namun Toru tetap kekasih Clara. Semenjak musim semi, Sakura berjatuhan hingga kepingan per baitnya jatuh hingga ke bumi. Harum semerbaknya menenggelamkan sukma ingin bercinta.
“Hah.. Sakura ini memang begitu cantik” Mengambil sakura yang tengah jatuh. “Apalagi terselip di telingamu, ini mungkin akan terlihat seperti bidadari yang memetik sakura, cantik” Bisiknya.
‘Kenapa aku dadaku sesak seperti ini’ Gumamku tersendat.
Tiba-tiba Toru memelukku erat sekali. Dan aku sangat jelas mendengar detak jatung dan merasakan bahwa darahnya mengalir lebih cepat dari biasanya.
“Maafkan aku. Aku tidak bisa seperti mereka yang selalu ada untuk kekasihnya. Namun aku memiliki cara untuk membuat moment terindah bersamamu. Aku berjanji suatu saat di waktu yang tepat aku akan mengungkapkan semua perasaanku padamu lewat acara resmi, interview, tour, konser dan lainnya, itu jika Tuhan mengizinkan aku tetap bersamamu. Kini aku akan bekerja keras untuk kau menjadi wanita di sampingku sampai nanti, mati dan hidup kembali. Jangan pikirkan masalah yang akan membuatmu kehilangan konsentrasi dan kepercayaan diri. Aku tau kau perempuan yang kuat dan hebat. Itu lah sebabnya kau mau bertahan denganku dan aku mau kau menjadi istriku. Kau dengar itu sakuraku ? Aku mencintaimu”  Bibirnya merahnya mendarat ke keningku. Yang aku rasakan adalah hangat dan merasa tulus melakukannya.
“Toru... Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa bicara lagi selain meminta maaf. Aku memang wanita bodoh. Seharusnya aku bersyukur aku mempunyai kekasih sepertimu, namun aku selalu mencemaskan diriku sendiri dan membuat semuanya terlihat buruk di matamu. Bagaimana bisa kau mengatakan aku ini hebat dan kuat sedangkan aku sendiri....” Tanpa aku sadari tiba-tiba bibir merahnya kembali mendarat dan lalu melekat di bibirku. Oh ini sangat lembut dan hangat aku merasakan desahan nafasnya yang begitu berirama. Terimakasih Tuhan ini memang sempurna dan cukup untukku.

Seusai berciuman dengan gejolak hati yang membara asmara. Perlahan masing-masing melepaskan ciumannya. Aku hanya bisa diam dan tertunduk malu atas itu.
“Apa?” Melihatku sambil memegang daguku. Seolah-olah ia ingin aku melihatnya. Namun aku tidak bisa. Aku masih sangat malu.
“Hei.. kau tak meneruskan bicaramu tadi ? Sayang kau dengar aku ?” Entah kata sayang membuatku semakin tersipu malu. ‘Hah benar-benar memalukan sekali toru-ku ini’ Gumamku masih tak percaya bahwa aku bisa semalu ini. Bukankah sudah terbiasa dengan hal yang menghanyutkan seperti ini.
“Iya. Aku akan meneruskan. Kalau aku sendiri tidak percaya pada diriku. Puas...” Pergi.
“Haissh... Kau mengomel seperti wanita tua saja. Sampai di rumah jangan lupa menelponku atau kirim pesan untukku” Teriaknya, dengan harapan jika ku harus menuruti kemauannya.
“Hah!..” Berhenti sejenak dan membalikkan badan, melihat ke arah Toru. “Apa kau bilang. Tadi saja kau tidak mengirim pesan atau menelponku. Kenapa aku harus menurutimu” Tetap saja mengomel dan mulai merasa kesal.
“Hah.. Kau ini memang punya kepribadian yang sangat buruk dan pendendam” Mulai merasa kesal juga.
“Sudah.. Kau pergi sana. Melanjutkan perjalanannya dan pergi.

Mereka memang pasangan yang aneh. Clara yang hanya perempuan biasa-biasa saja. Sedangkan Toru adalah seorang publik figur. Mereka memang pernah bersekolah di tempat yang sama waktu sekolah menengah atas. Tepatnya adalah Toru seorang kakak kelas Clara yang sudah sejak lama mempunyai band, dan pada akhirnya band tersebut sudah punya nama dan bahkan melejit layaknya roket yang melintas keliling dunia. Band mereka bernama ONE OK ROCK, dengan 4 member semua tampan dan keren. Clara adalah seorang perempuan remaja dulu yang sangat suka sekali dengan kakak kelasnya itu. Saat kuliah di Tokyo-Jepang. Akhirnya ia kesampaian untuk menontok secara langsung konser tour OOR di Area Yokohama. Ia bertemu Toru saat memintaa tanda tangan. Sekali ia mengingatkan Toru bahwa Clara adalah adik kelasnya dulu yang sampai sekarang menganguminya. Saat kencan pertama, Ah.. bukan-bukan, bukan kencan pertama, tetapi jumpa fans, Clara menyatakan perasaan ke Toru, itupun banyak orang yang melihat. Setelah tak ada jawaban, ia berhenti untuk tidak memikirkan Toru, karena selama menyatakan perasaan ia tak pernah berhasil dan merasa membuat malu dirinya sendiri. Namun keajaiban akan selalu datang untuk orang yang bekerja keras. Mereka sampai sekarang menjadi pasangan kekasih yang diam-diam. Clara memang sangat tidak nyaman dengan hubungan ini. Namun, ini sudah merasa cukup untuk Clara memiliki Toru adalah anugerah yang terindah, keajaiban yang terindah.
  Tanpa di sadari mereka berdua tersenyum sepanjang jalan. Mereka mungkin akan memiliki akhir yang bahagia. Clara selalu berpikir bahwa toru adalah pangeran dalam imajinasinya yang berlebihan “Pangeran Delisioner” atau juga mereka adalah pasangan dalam imajinasi. Karena apa. Iyaa.. Karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda. (Kembali) Clara… hanya wanita biasa dan toru jauh lebih dari kata biasa. Bahkan Toru sudah mendunia. Jadi apa salahnya jika latar belakang memberikan dampak efek terhadap hubungan seseorang, itu kan sudah sangat wajar. Mungkin untuk pasangan Clara dan Toru, tidak terlibat dalam latar belakang. ‘Karena hubungan kita lebih penting daripada harus memikirkan latar belakang hubungan kita, itu berarti menghancurkan personaliti kita sebagai pasangn kekasih. “Aku mencintaimu Toru Yamashita” – Clara.

Instagram : wandagain
Blog : wandagain.blogspot.com
Wattpad : wandagain
Email : wandawulandar.yahoo.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar