Sesekali aku melihat jam dan menunggu dirimu
akan mengabariku walau hanya sedetik. Yaah.. Namun tidak sama sekali. Aku tau
sifatmu dan keburukkanmu, namun aku hanya bisa diam dan melihatmu dari
kejauhan. “Aku ini apa ?” Aku sama sekali tidak pantas menjadi kekasihmu. Dia
pria terbaik yang aku kenal dan menjadikanku wanita yang lembut akhir-akhir
ini, namun aku sadari bahwa ini aku harus berakhir dengannya di musim semi
seperti ini. Entah... Aku muak dengan cinta yang harus berusaha aku sembunyikan
dari teman-temanku. Tapi untuk kekasihku Toru, ini sudah seharusnya di
rahasiakan. Karena jika kalau tidak semuanya akan berakhir apalagi yang
menyebabkan aku. “Hah... Pikirku aku akan segera di penjarakan. “Oh tidak”. Aku ingin hidup secara tenang mulai saat ini. “Biarkan
saja mengalir, iya ... Biarkan saja mengalir” menghela nafas panjang.
Dan
tanpa aku sadari, sedari tadi aku telah di perhatikan oleh seseorang dari
belakang. Aku menengok dan benar, orang itu toru.Toru pun segera duduk di
sampingku dengan penutup wajah (masker) dan topi berwarna hitam.
“Aaah...
Maaf aku terlambat” Membuka penutup wajah.
“Iya
taka pa” Pasang wajah lesu.
“Kau
kenapa tampaknya sedang ada yang kau fikirkan” Sambung Toru dengan penasaran.
“Oh..
Toru Maafkan aku, seharusnya aku bahagia kau sudah datang dan berada di
sampingku sekarang. Tapi mengapa aku jadi aneh seperti ini. Bahkan aku mulai
tak mempercayai diriku” jawabku dengan suara lirih. “Dan aku minta maaf, karena
aku tidak mengetahui kalau kau berada disitu sejak aku membicarakan hubungan
kita sendirian” Sambung dengan melihat wajah Toru.
“Hahaha...
Kau bodoh” Suaranya mulai meledak. Dan aku hanya tertunduk karena takut. “Hei..”
Dia melihatku namun tetap saja aku menundukkan kepalaku. “Seharusnya kau jangan
berbicara sejauh itu. Aku tau kau tersiksa untuk ini. Tapi tenang saja kita
melewatinya dengan bersama, jadi apa kau masih tidak tenang? Aku akan berusaha
keras untuk menjadikanmu ibu dari anak-anakku nanti” Suaranya melui menurun dan
lembut. Aku melihatnya dan ia perlahan mendekapku. Aku hanya diam dan menikmati
hangat saat ia memelukku aku tau ini tulus.
Diam
sejenak… Lalu mereka melepas dekapan mereka masing-masing.
“Toru..
Tolong maafkan aku. Entah mengapa aku ingin menangis hari ini. Aku selalu merindukanmu
tanpa peduli apapun” Mulai meneteskan airmata.
“Hei..
Kau menangis? kenapa kau cengeng sekali”
Melihat wajahku dan mengusap satu persatu setiap tetesan airmataku.
‘Apakah aku harus mengatakannya ?’ Dalam hati tetap bersikeras.‘Ah tidak, tidak.. Ini sudah menjadi suasana
yang hangat dan tenang jadi jangan pernah membuat kebodohan’ Menghela nafas
kemudian menganggukkan kepala.
“Hei..
Clara kau kenapa ?” Pekik Toru.
“Ah..
Tidak apa apa” Tersenyum namun toru melihatku aneh. “Oh ya, tadi berjalan
dengan lancar kan ?”
“Iya,
kenapa ?” Tiba-tiba aku terdiam lagi.
‘Kenapa aku kembali seperti ini
lagi’ Gumamku
kembali menganga.
“Clara..
Kau tidak apa- apa ?” Aku melihatnya, namun matanya seakan merasa khawatir
denganku.
“Aah..”Kaget.
“Ya aku baik-baik saja Toru” Merasa berdetak lebih keras jatungku.
“Ooh..
Mungkin kau belum makan. Sampai- sampai kau tidak seperti biasanya. Ceritakan
nanti setelah makan. Ayo!” Menggandeng tangan kananku dan aku menurutinya.
‘Aku takut ini akan berdampak
negatif untuk mereka yang mengetahui aku sedang bersama Toru Gitaris One Ok
Rock’ Gumamku
lagi merusak moodku. ‘Ah semoga saja
tidak’ Menghela nafas panjang.
“Kenapa
lagi ?” Bersiap menutup wajahnya dengan masker.
“Ah..
Tidak apa-apa Sayang” Tersenyum kecil kembali menyemangatiku. Walau masih agak
canggung.
“Haiiishh...”
Mengusap rambutku. Dan itu membuatku merasa lebih cepat berdetak dan kembali
tegang.
****
KAFE TODAI
Kekhawatiranku mulai muncul
kembali, banyak sekali orang-orang yang berada disana, sesekali aku
melihat-lihat kearah dimana aku bisa memposisikan diriku dengan tepat.
Tiba-tiba….
“Oke
kita sudah sampai”
Aku
merasa kaget dan wajahku terlihat bodoh sekali pada saat itu. Namun,
kecurigaanku benar, mereka melihat Toru dengan penuh penasaran. Mungkin mereka
berkata seperti ini ‘Siapa yang bersama
perempuan lusuh itu, mengapa ia yang tampan dan mau dengan perempuan yang seperti
dia’. “Hah…”. keluhku pelan, dan aku bersyukur Toru tak mendengarku.
“Wah
kau Toru.. Toru Yamashita ? personil
band One Ok Rock, iya kan ?” Seorang wanita datang dengan gaya yang amburadul menurutku dan mata yang hampir
melompat.
“Benar, Aku Toru One Ok Rock”. Jawabnya dengan
tersenyum manis. ‘Toru-ku tersenyum
kepada wanita itu. Akupun hanya pasrah. Mungkin ini yang di namakan formalitas’.
Gumamku menggerutu.
Dan
semua orang yang berada disitu melihat kejadian yang baru saja terjadi. Aku
memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Belum lama aku berjalan menuju kamar
mandi aku mendengar suara. Entah itu suara apa, namun aku tersadar bahwa
tanganku tak menggenggam ponsel yang telah lama aku bawa tadi selama pergi ke
Kedai “Pyaaaaar…” Kedengarannya
seperti itu. Toru yang berada di tempat, tidak menyangka bahwa para fansnya
bisa bertindak bodoh seperti itu dan hampir saja tidak tertahan emosinya. Semua
orang yang berada di situ, yang meminta tanda tangan Toru meminta maaf kepada
toru dan mereka sesegera kembali ke meja tempat makanannya masing-masing. Aku
pun kembali dan terkejut melihat ponselku yang tercacar dan satu persatu
kepingan mulai di pungut oleh kekasihku.
“Mengapa
jadi seperti ini ?” Berfkir sejenak. “Apakah karena mereka-mereka tadi ?” Sedikit
kesal.
“Aah..
aku minta maaf Clara. Ini aku yang salah
jadi kau tenang saja akan aku perbaiki nanti” Mencoba membuatku tenang.
“Tidak
usah. Biarkan aku saja yang memperbaikkinya” Mencoba merebut.
“Hei..
Kau kenapa adakah sesuatu yang kau rahasiakan di balik ponselmu yang jadul ini
?” Mencoba bercanda.
“Apa!”
Terpampang wajahku yang seperti nenek-nenek beramarah.. “Jadul katamu ? Hah kau
menyebalkan sekali” Membuang tisu ke arahnya.
“Hahaha....”
Dia tertawa sepertinya aku menemukan kebahagiaan atas itu juga.
Tiba-tiba
makanan sudah datang. Kejailan Toru mulai berkurang.
“Ini
makanan yang kau pesan dan ini minuman yang kita sediakan selama musim semi”
Wanita ini begitu lembut dengan ucapannya, namun aku tidak menyukai tampangnya
yang begitu tidak berkedip saat Toru. ‘Aku
merasa jealous, mengapa ia sok sexy sekali di depan Toru-ku’ Gumamku
kembali menggerutu.
Tiba-tiba
perempuan ini berubah jadi cacing kepanasan. Toru dan aku melihat itu seakan
tidak berselera makan.
“Kang mas Toru mengapa kau berada disini?
Dan ini siapa? Kekasihmu?” Bertanya layaknya polisi. Mengintrogasi.
“Hehehe..Tidak,
aku hanya teman SMAnya dia. Jadi jangan salah paham” Mencoba menyelamatkan
toru. Meskipun terasa sakit sedikit. Aku menampakkan senyuman tergilaku pada
perempuan itu.
‘Kenapa ashiya bertingkah seperti itu’. Gumam
Toru dengan merasa tak percaya.
“Wah
syukurlah, Aku salah satu penggemar One Ok Rock dan menyukai Taka (vokalis). Ah..
kebetulan kau disini aku ingin kau menyampaikan salamku kepada Taka. Dan disini
kau harus menandatangani hehehe..” “Benar
benar membuatku muak” Pekikku pelan. ‘Mengapa
ia sangat celutak sekali, …Ah, buah dadanya hampir terlihat. Semoga saja
toru-ku tidak melihat itu’ Membuang muka.
“Hehe..
Baik” Mulai menandatangani. Oke terimakasih sudah menyukai OOR (One Ok Rock)
terus support kita. Salam akan tersampaikan kepada Taka” Tersenyum.
“Kau
memang benar-benar baik dan tampan Toru. Sedekat ini aku melihatmu.. Ahehehe…”
Mencoba lebih mendekat dan tiba-tiba suara yang tidak di ketahui datang dari
arah yang tak terduga.
“Hei..
Apa yang kau lakukan? kenapa harus berbincang-berbincang seperti ini dengan
pelanggan. Cepat kau kembali bekerja atau gajimu akan aku potong selama dua
bulan” Suara meninggi layaknya ingin memakan mangsanya.
“Ahehehe…”
Terlihat bodoh. “Aku minta maaf pak. Aku akan kembali bekerja” sedikit malu dan
segera kembali kepekerjaannya.
“Maafkan
pelayanan kami tuan, yang sangat kurang sopan untuk tuan” Terkejut melihat
toru. Dan belum lama Toru menjawab pemilik Kafe Todai ini memulai pertanyaan
kembali. “Oh kau Toru Yamashita ? One Ok Rock itu kan yang memainkan gitar
dengan keren sekali” Terkejut dan merasa ingin terbang nampaknya.
“Hehe..
Iya aku Toru One Ok Rock” jawabnya dengan tersenyum manis.
“Oh
yasudah nikmatilah makan siangmu tuan, sekali lagi maafkan untuk pelayanan
kami” Mulai beranjak pergi.
“Oh..
iya” Tersenyum kembali. Diam sejenak… “Ah... Benar-benar. Berlebihan sekali
disini” Merasa kesal. Spontan melihat Clara. “Hei.. Kau makan yang banyak.
Lihat perutmu semakin hari semakin tak terurus” Candanya mulai kembali.
“Hei..
Kau sudah berapa kali meledekku ? Kau tau aku sangat frustasi” Meninggikan
suara. Disitu Toru melihat ke arah kanan dan kirinya berharap tidak ada yang
melihat kekasihnya yang mengomel layaknya naga keluar api.“A-a.. Aku minta
maaf” Merasa malu dan kembali makan.
“Kekanak-kanakan
sekali. Sudah kau makan yang banyak. Aku tidak ingin kau sakit, apalagi kau
frustasi” Suara mulai berhembus lembut. Dan itu membuatku merasa lucu.
“Hehe
... Baik paman” Mencoba meledek.
“Hei..
kau berani padaku rupanya” Mengambil makanku.
“Hah..
Kau, dasaar..” Merasa kesal.
“Hei..
Kau selalu marah” Menyendokkan nasi. Ini ini bilang a..a..a” Menyuapiku. Namun aku
mengambilnya dengan tangan.
“Hah..
Kau jorok sekali. Usap!” Memberikan tisu.
“Maaf…”
Kembali makan.
Setelah
35 menit kami berbincang dan makan. Kita kembali ke tempat di mana awal kita
bertemu. Sepanjang perjalanan tangan kita bergandengan. Walaupun dengan penutup
muka layaknya teroris. Namun Toru tetap kekasih Clara. Semenjak musim semi,
Sakura berjatuhan hingga kepingan per baitnya jatuh hingga ke bumi. Harum
semerbaknya menenggelamkan sukma ingin bercinta.
“Hah..
Sakura ini memang begitu cantik” Mengambil sakura yang tengah jatuh. “Apalagi
terselip di telingamu, ini mungkin akan terlihat seperti bidadari yang memetik
sakura, cantik” Bisiknya.
‘Kenapa aku dadaku sesak seperti
ini’ Gumamku
tersendat.
Tiba-tiba
Toru memelukku erat sekali. Dan aku sangat jelas mendengar detak jatung dan
merasakan bahwa darahnya mengalir lebih cepat dari biasanya.
“Maafkan
aku. Aku tidak bisa seperti mereka yang selalu ada untuk kekasihnya. Namun aku
memiliki cara untuk membuat moment terindah bersamamu. Aku berjanji suatu saat
di waktu yang tepat aku akan mengungkapkan semua perasaanku padamu lewat acara
resmi, interview, tour, konser dan lainnya, itu jika Tuhan mengizinkan aku
tetap bersamamu. Kini aku akan bekerja keras untuk kau menjadi wanita di
sampingku sampai nanti, mati dan hidup kembali. Jangan pikirkan masalah yang
akan membuatmu kehilangan konsentrasi dan kepercayaan diri. Aku tau kau
perempuan yang kuat dan hebat. Itu lah sebabnya kau mau bertahan denganku dan
aku mau kau menjadi istriku. Kau dengar itu sakuraku ? Aku mencintaimu” Bibirnya merahnya mendarat ke keningku. Yang
aku rasakan adalah hangat dan merasa tulus melakukannya.
“Toru...
Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa bicara lagi selain meminta maaf. Aku
memang wanita bodoh. Seharusnya aku bersyukur aku mempunyai kekasih sepertimu, namun
aku selalu mencemaskan diriku sendiri dan membuat semuanya terlihat buruk di
matamu. Bagaimana bisa kau mengatakan aku ini hebat dan kuat sedangkan aku
sendiri....” Tanpa aku sadari tiba-tiba bibir merahnya kembali mendarat dan
lalu melekat di bibirku. Oh ini sangat lembut dan hangat aku merasakan desahan
nafasnya yang begitu berirama. Terimakasih Tuhan ini memang sempurna dan cukup
untukku.
Seusai
berciuman dengan gejolak hati yang membara asmara. Perlahan masing-masing
melepaskan ciumannya. Aku hanya bisa diam dan tertunduk malu atas itu.
“Apa?”
Melihatku sambil memegang daguku. Seolah-olah ia ingin aku melihatnya. Namun
aku tidak bisa. Aku masih sangat malu.
“Hei..
kau tak meneruskan bicaramu tadi ? Sayang kau dengar aku ?” Entah kata sayang
membuatku semakin tersipu malu. ‘Hah benar-benar
memalukan sekali toru-ku ini’ Gumamku masih tak percaya bahwa aku bisa
semalu ini. Bukankah sudah terbiasa dengan hal yang menghanyutkan seperti ini.
“Iya.
Aku akan meneruskan. Kalau aku sendiri tidak percaya pada diriku. Puas...”
Pergi.
“Haissh...
Kau mengomel seperti wanita tua saja. Sampai di rumah jangan lupa menelponku
atau kirim pesan untukku” Teriaknya, dengan harapan jika ku harus menuruti
kemauannya.
“Hah!..”
Berhenti sejenak dan membalikkan badan, melihat ke arah Toru. “Apa kau bilang.
Tadi saja kau tidak mengirim pesan atau menelponku. Kenapa aku harus menurutimu”
Tetap saja mengomel dan mulai merasa kesal.
“Hah..
Kau ini memang punya kepribadian yang sangat buruk dan pendendam” Mulai merasa
kesal juga.
“Sudah..
Kau pergi sana. Melanjutkan perjalanannya dan pergi.
Mereka
memang pasangan yang aneh. Clara yang hanya perempuan biasa-biasa saja.
Sedangkan Toru adalah seorang publik figur. Mereka memang pernah bersekolah di
tempat yang sama waktu sekolah menengah atas. Tepatnya adalah Toru seorang
kakak kelas Clara yang sudah sejak lama mempunyai band, dan pada akhirnya band
tersebut sudah punya nama dan bahkan melejit layaknya roket yang melintas
keliling dunia. Band mereka bernama ONE OK ROCK, dengan 4 member semua tampan
dan keren. Clara adalah seorang perempuan remaja dulu yang sangat suka sekali
dengan kakak kelasnya itu. Saat kuliah di Tokyo-Jepang. Akhirnya ia kesampaian
untuk menontok secara langsung konser tour OOR di Area Yokohama. Ia bertemu
Toru saat memintaa tanda tangan. Sekali ia mengingatkan Toru bahwa Clara adalah
adik kelasnya dulu yang sampai sekarang menganguminya. Saat kencan pertama,
Ah.. bukan-bukan, bukan kencan pertama, tetapi jumpa fans, Clara menyatakan
perasaan ke Toru, itupun banyak orang yang melihat. Setelah tak ada jawaban, ia
berhenti untuk tidak memikirkan Toru, karena selama menyatakan perasaan ia tak
pernah berhasil dan merasa membuat malu dirinya sendiri. Namun keajaiban akan
selalu datang untuk orang yang bekerja keras. Mereka sampai sekarang menjadi
pasangan kekasih yang diam-diam. Clara memang sangat tidak nyaman dengan
hubungan ini. Namun, ini sudah merasa cukup untuk Clara memiliki Toru adalah
anugerah yang terindah, keajaiban yang terindah.
Tanpa
di sadari mereka berdua tersenyum sepanjang jalan. Mereka mungkin akan memiliki
akhir yang bahagia. Clara selalu berpikir bahwa toru adalah pangeran dalam imajinasinya
yang berlebihan “Pangeran Delisioner” atau juga mereka adalah pasangan dalam imajinasi.
Karena apa. Iyaa.. Karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda. (Kembali)
Clara… hanya wanita biasa dan toru jauh lebih dari kata biasa. Bahkan Toru
sudah mendunia. Jadi apa salahnya jika latar belakang memberikan dampak efek
terhadap hubungan seseorang, itu kan sudah sangat wajar. Mungkin untuk pasangan
Clara dan Toru, tidak terlibat dalam latar belakang. ‘Karena hubungan kita lebih penting daripada harus memikirkan latar
belakang hubungan kita, itu berarti menghancurkan personaliti kita sebagai pasangn
kekasih. “Aku mencintaimu Toru Yamashita” – Clara.
Instagram
: wandagain
Blog
: wandagain.blogspot.com
Wattpad
: wandagain
Email
: wandawulandar.yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar