Sabtu, 24 Desember 2016

Coba Kita Renungkan

Suatu PERINGATAN sebenarnya bagi kita semua Mari kita RENUNGKAN bersama PIKIRKAN bersama, Jika suatu hari nanti kita MATI, AKUN Media Sosial hanya kita yang tau passwordnya dan Hanya kita yang BISA acces.

Dan.
SELEPAS kita meninggal Apa yang terjadi pada akun AKUN Media Sosial?
Mungkin ada yang akan ucapkan TAKZIAH
Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi OBAT RINDU

TETAPI..
SADARKAH kita?
GAMBAR DAN VIDEO kita.
Akan terus membuat kita TERSIKSA di Alam kubur.
Gambar dan video yang TIDAK ditutupi auratnya

Bagaimana NANTI?
Orang orang terus menerus MELIHATNYA.
Dan kadang ada gambar dan video kita yang di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun SUDAH bertahun-tahun kita MATI,
Gambar itu terus ada SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT.

BAGAIMANA?
PERNAH berpikir tidak?
Lengging dan jeans ketat, BISAKAH menyelamatkan kita?
Baju yang TIDAK membalut aurat itu, bagaimana?
Mungkin kini kita masih merasa TAK SABAR ingin berbagi cerita
Dengan gambar dan video yang isinya pengumbar syahwat
Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.

LEBIH VULGAR LAGI FILM FILM PORNO
DISAJIKAN DI GRUP GRUP BERNAFAS ISLAMI
TANPA TAKUT DOSA
TANPA MALU
SEAKAN ADA KEBANGGAAN
TAK SADARKAH KELAK ORANG TERDEKATMU MELIHATNYA
ANAKMU
SAUDARAMU

TAPI di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa ARTI
Semua HANYA tinggal kenangan bagi yang masih hidup.
Di alam KUBUR, semua itu TIDAK sedikitpun dapat menyelamatkan kita

Mari kita bersama-sama RENUNGKAN
SAHAM DOSA yang terus MENINGKAT walau
setelah KETIADAAN kita di muka BUMI
Sampai kita di AKHERAT

STOP umbar gambar dan video porno
STOP tayang birahi setan
GANTI dengan menu menu ilmu

Tutupilah auratmu SEBELUM auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu SEBELUM dirimu di kafankan
Jagalah HARGA DIRI sebagai seorang muslim muslimah SEJATI.
Mati itu PASTI.
Persiapkan DIRI untuk mati itu perlu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala ridha dengan renungan ini.
Aamiiiin.

Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu,
maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”
( HR Muslim)

Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai

“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun.
Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.”
(HR. Muslim)

Jumat, 23 Desember 2016

Aku Bukan Hanya Untukmu

Ku bukan seorang pencundang sayang
Ku tak selalu di dunia hitam
Dan itu semua ingin aku buktikan
Mungkin semua termaafkan

Yang tak pernah ku sadari
Keinginanku membuat dirimu pergi
Kau hanya tak ingin melihat ku mendaki
Sayang…..

Tak mungkin ku hanya
Kunikmati indahnya
Pesona alam sekitar kita
Hanya kunikmati merdunya
Kicau burung di cemara kita

Lirik ini sangat menggugahku dalam bergairah hidup (bersemangat) maksudnya. Ahaha... Dimana seorang sesosok laki-laki yang di simpulkan oleh pasangannya karena menurutnya ia adalah seorang pecundang. Namun, sang lelaki berbicara bahwa ia bukanlah seorang yang pecundang dan bukan selalu di dunia hitam. Ia ingin membuktikan bahwa semua yang sudah terjawab akan termaafkan. Namun, keadaan berkata lain, pasangannya pergi entah kemana. dan sosok lelaki ini merasa menyesal karena tlah membuatnya pergi dan tak kembali.

Alasan mengapa pasangannya pergi adalah si perempuan ini hanya tak ingin melihat pasangannya mendaki, ia merasa khawatir dengan keadaan si lelaki. Ia merasa sangat takut kehilangannya. Dan keinginannya itu cukup ia menemani si perempuan di sini saja, tak usah kemana-mana. Ia hanya ingin di perhatikan dan tidak ingin lelakinya itu melakukan hal yang membahayakan untuk dirinya sendiri.

Si lelaki sebenarnya menolak dengan keadaan ini, ia berkata, apakah cukup hanya melihat pesona alam sekitar dan mendengarkan burung yang berkicau yang hanya di antara jangkauan kita ?

Namun cerita ini kebalikannya padaku. Lelakiku marah hanya gara-gara aku kini seorang pendaki. Namun sebenarnya aku menaruh harapan besar disana, di dalamnya. Semua telah musnah sudah, kadang harus menurutinya hingga diriku lah yang mengalah.

Aku tahu dia memang khawatir dengan keadaan yang belum pernah aku coba. Namun sepertinya kau salah, aku katamu wanita tangguh dan kuat dalam segala hal. A... Rinduku yang belum pernah terobati dalam beberapa bulan ini saja aku bisa menahannya hingga waktunya tiba bening-bening putih menetes dari mata yang beler ini.

Pada akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan mencumbui alam raya dalam jangkauan ku selama ini. Demi dirimu kini aku berusaha tidak membuatmu khawatir dan memikirkan. Kau memang khawatir denganku namun untuk hobiku jangan kau halangi, dari situlah aku menemukan banyak hal yang menyemangati, menyenangkan dan tau arti solidaritas yang tinggi. 

Terimakasih jika sampai saat ini kau masih saja berusaha bertahan dengan wanita keras kepala ini. Semoga apa yang selama ini kita lakukan, terbaik untuk Allah, untuk lainnya, niatan baik kita semoga selalu di ridhoi oleh-Nya. 

-
-
Tamasya Band 10:13 | 12/24/16

Pagi Bukan Lagi Pagi

Kopi kali ini sempat terlambat aku seduh
Dengan kesejukan yang hampir pudar dari paginya
Ku tarik ulur waktu namun tak bisa juga
Dunia akhir-akhir ini sangat cepat berlalu
60 detik pun susah untuk ku dapat

Kadang pagi bukan pagi lagi
Ku tanya sekumpulan rumput warna hijau dengan melambai pasti
Ku lontarkan kata malasku "Kenapa ?"
Selalu itu dan ia tak pernah peduli

Sesekali ku melihat jam lagi
Terlambat hawa nafsu tak aku hiraukan
Aroma kopiku sedikit melenyap
Pada akhirnya aku menyeruput dengan pasti

Aku sadari pagi ini bukan pagi lagi
Namun rasaku untukmu selalu menetap dan tak akan lupa
Sayang, rindu, mencumbu inginku
Namun jarak telah berubah karena Pagi Bukan Pagi Lagi

08:14 | 12/24/16