Di
sudut kota tua yang mencengkam
Ku
dapati warna memancar yang menembus kabut
Ribuan
cahaya beralunan seirama
Yang
setia menghias malam saat hari mulai tenggelam
Di sudut
kota tua yang menakutkan
Ku
simpan rindu untuk seorang hamba
Yang
jauh dari rimbanya
Hingga
hati ini buta untuk memandangnya
Di
sudut kota tua yang penuh sakura
Terdengar
suara riuh yang mendesah
Seperti
ingin melihat aksi sakralku
Tokyo,
kota dimana aku menjalani piknikku ke bulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar