Awalnya aku juga tak mengira. Haruskah aku bermimpi seperti
itu ?? tapi semuanya benar benar terjadi. Mimpi yang selalu berantakan dan
buruk kalau tertidur siang. Kekecewaan dan kesedihan yang selalu ku dapat dan
pada akhirnya aku menemukan kebahagiaan mimpi siang ini. Aku tak menduga jika
mimpi ini harus terjadi. Tapi aku benar benar sangat bahagia. Seperti bukan
hayalan tapi ini benar benar terjadi di depan mataku saat itu. Sudah kulupakan
dan saat itu juga aku kembali mengingatnya.
Aku melihatnya saat bertemu awal pertama kali dengan melihat
foto yang berpakain jaket berwarna coklat, mengenakan celana pensil berwarna
biru dan berkaca mata cermin berdiri membawa handphone yang masih jadul.
Lelaki yang selalu membuatku dulu tertawa. Bahagia dan
bahkan sering membuatku bersedih saat aku tak di kasih kabar dengannya. Benar
benar bodoh waktu itu aku. Aku menceritakan tentangnya bukan yang lain. Karena
saat aku bercerita tentangnya hati ini semakin menjadi jadi seperti selalu
mendengar kabar baik. Senang ? pasti senang. Selalu merindukan ketika
mengingatnya, dan bukan berarti aku kembali untuk memilikinya. Bukan, karena
hati ini hanya untuk lelakiku sekarang.
Begitu banyak kenangan kita berdua. Hampir setiap aku
bertengkar dengan yang sekarang aku selalu mengingat kenangan dengannya. Karena
hanya itulah yang membuatku berhenti menangis. Sangat kecewa setelah menerima
pesan dan berpisah dengan cara yag kurang sopan. Teringat kembali saat aku ingin
menstalker melalui sosmed temanku. Tapi tidak berani, karena dia sudah punyai
seorang perempuan yang sudah membuatnya tertawa sekarang. Saya bersyukur karena
saya juga mempunyai lelaki yang selama ini masih dengan saya. Menerima tingkah
laku saya yang selalu menyakitinya. Saya sadar. Kalau dulu perbuatanku dulu
buruk terhadap lelakiku sekarang (Dodik Pratama). Dan untuk saat ini aku akan
menjaga hati ini untuk dia. Tanpa guncangan dari siapapun.
Saat itu aku tertidur pulas setelah perut yang sakit (belum
makan) tapi aku ngantuk. “ Dia datang
kerumah dengan berpakain seperti yang
sudah aku jelaskan tadi. Begitu nyata sekali. Senyuman yang manis menyapaku
dahulu. Lalu aku kaget dan bertingkah aneh, merasa canggung juga setelah
melihatnya karena tidak percaya kalau dia benar benar datang kepadaku ”.
Aku mengira semuanya benar benar terjadi dan ternyata saat aku terbangun
hanyalah “MIMPI” aku sempat bingung, kenapa harus dia yang muncul ?? aku
bertanya Tanya dan pada akhirnya aku tertidur lagi. Dan kembali bermimpi. “ Wul.. “ Ibu memanggilku. Aku yang berada di dalam kamar dengan beberapa
keponakanku. Dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. “ Siapa” dan tidak
ada jawaban. Dan langsung saja aku membukannya. “SeHa” panggilan akrabku dulu
dengannya. Kaget, canggung dan anehlah saat itu. Lalu aku suruh masuk saja dikamarku.
Dan waktu itu dikota rumahku ada acara konser, gataulah konser apaan,hehe.. dan
lama bercanggungan. Tidak ada yang dibahas dan tidak ada yang dia
bicarakan.karena tinggal aku, adikku, dan dia. Kemudian aku mengajaknya di
ruang tamu untuk menyantap jajan jajanan pasar. Lalu aku ngomong kalau aku mau
mandi. Dan beberapa menit setelah mandi, ganti baju dan sebagainya. Aku memulai
menemuinya lagi. Dan saat aku lihat. Dia tidak ada disana. Seharusnya dia duduk
dikursi itu. Tapi kenapa dia tidak ada. Lalu aku merasa kecewa dan sedih juga.
Kebetulan ibuku lewat “ Bu, lihat temenku “. Ibu menjawab “ gak ngerti. Hati
hati sama dia kalau masih belum kenal akrab. Biasanya orang orang jaman
sekarang berpura pura jadi teman. Eh taunya malah nyuri.” Aku tersenyum dan
mulai menjawab “ tenang bu, itu temanku “SeHa” (sebenrnya aku bilang ke ibuku
bukan Seha. Tapi aku rahasiakan saja. Karena aku sudah tidak ingin
mengingatnya. Dan juga tak aku duga ibuku malah tersenyum dan bilang “ masak”
aku hanya menganggukkan kepalaku saja. Aku duduk termenung dan bertanya dalam
hati. “ kemana dia pergi” dan tiba tiba… dia mengagetkanku. “DOOOOORRR” aku
menoleh kebelakang dan kaget. Tanganku yang memegang dadaku yang sudah sempat
dag dig dug daaar….. “ hayooooww… melamun saja kau”. “ Tidak biasa saja” . aku
menjawab dengan cuek. “ yaaa… hei kau kagetkan” . dengan senyuman manis
menghiasi bibirnya.” Tidak” jawabku.
Saat aku melihat senyuman itu aku mulai merasa kalau airmata ini mulai
menetes. Karena hatiku berkata“ kenapa senyum itu masih tetap sama seperti dulu
awal bertemu. Sangat menenangkan sekali senyum itu. Dan saat itu dia mulai
merasa kalau bermain kerumahku itu bukanlah waktu yang tepat untuk saat itu.
Lalu aku terbangun lagi.
Aku mulai membingungkannya lagi. 2 kali mimpi dia. Dua kali
terbangun mimpinya lagi. Masih ngantuk, badanku terasa lelah dan lalu aku mulai
tertidur lagi. Dan kembali lagi cerita mimpiku disambung. “Dan kali ini dia benar benar pulang. Aku mencarinya lagi. Pada
akhirnya aku menemukannya kalau dia masih di gang jalan selatan dengan
berboncengan dengan temannya. Temannya waktu lalu yang bersama kita dulu. Saat
melihat mereka menampilkan dramanya. Bukan bukan. SeHa dengan pacarnya putus.
Dan SeHa lebih menggandeng tanganku. Melihat pacarnya yang menangis aku sangat
kasihan. Tetapi SeHa melarangku untuk menolongnya. Dan kemudian saat aku
panggil namanya dia kembali dengan kecewanya dan berkata “ Apa lagi ?? “ aku
kaget sekali karena jawabannya seperti itu. Padahal aku memanggilnya dengan
cara baik baik. Yah… mungkin dia tau kalau aku mengacuhkannya (dalam
hati). “ kembali kerumahku ?? aku pengen
sesuatu darimu.” Kataku. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Dan sampai dirumah
teman SeHa pun ikut. Lalu aku memulai berbincang. “ Ha… aku minta maaf karena
sudah mengabaikan kau dari tadi. Maaf yaa… “ kataku dengan tangan yang memohon
sambil memejamkan mata. “ okeeh.. gapapa kok, santai aja.” Jawabnya dengan
santai. “ aku tersenyum dan dia membalas dengan senyuman juga. Dan aku mulai
berhenti untuk senyum. Karena aku takut kembali dengannya lagi. Berhenti
sejenak.. “ oh ya, kesini mau ngapain ya ?? perempuannya kaga cemburu ?? dengan
sindiran aku bertanya. “ nggak lah ngapain cemburu. Kita kan teman. Iyaa kan ??
sekarang aku lebih bahagia dan lebih bahagia lagi. Hehehe… yaiyalah
perempuannya sekarang kan lebih cantik dan perhatian. Hahhaa..“ jawab temannya
dengan ketawa ngece..” hehehe… iyaiyalah Mba Itu kan. ( nggak aku sebutkan )
sebenarnya di mimpi aku sebutkan. “ oh ya bagaimana lancar kan sama mba itu ??
eh kaga usah di jawab aku udah tau pasti bahagia kan.. hehehe… (dalam hati “
nyesek banget” sambil kipas kipas”) hehee… “ eh kasih nomor kamu dong, biar
komunikasian lancar. Dan saat minta nomornya, tiba tiba mimpiku menjadi gelap
dan gelap”…. Lalu kemudian aku terbangun… huuhh… rasanya banyak sekali
keringatku yang keluar. Aku bingung dengan mimpiku itu. Ingin rasanya aku tau
kabar dia melalui stalkerku yang sekarang pinjem temen.. yah semoga dibalas yah
kawan” hahahaha….. maaf sebenernya masih banyak tapi aku malas, kalau cerita
soal masalalu yang buruk… mianhe…
“Maaf kalau cerita saya mengelantur kemana”… Mianhe Chingu” J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar