Senin, 25 Juli 2016

Mimpi yang membuatku Dilema (cerita lama)



Awalnya aku juga tak mengira. Haruskah aku bermimpi seperti itu ?? tapi semuanya benar benar terjadi. Mimpi yang selalu berantakan dan buruk kalau tertidur siang. Kekecewaan dan kesedihan yang selalu ku dapat dan pada akhirnya aku menemukan kebahagiaan mimpi siang ini. Aku tak menduga jika mimpi ini harus terjadi. Tapi aku benar benar sangat bahagia. Seperti bukan hayalan tapi ini benar benar terjadi di depan mataku saat itu. Sudah kulupakan dan saat itu juga aku kembali mengingatnya.
Aku melihatnya saat bertemu awal pertama kali dengan melihat foto yang berpakain jaket berwarna coklat, mengenakan celana pensil berwarna biru dan berkaca mata cermin berdiri membawa handphone yang masih jadul.
Lelaki yang selalu membuatku dulu tertawa. Bahagia dan bahkan sering membuatku bersedih saat aku tak di kasih kabar dengannya. Benar benar bodoh waktu itu aku. Aku menceritakan tentangnya bukan yang lain. Karena saat aku bercerita tentangnya hati ini semakin menjadi jadi seperti selalu mendengar kabar baik. Senang ? pasti senang. Selalu merindukan ketika mengingatnya, dan bukan berarti aku kembali untuk memilikinya. Bukan, karena hati ini hanya untuk lelakiku sekarang.
Begitu banyak kenangan kita berdua. Hampir setiap aku bertengkar dengan yang sekarang aku selalu mengingat kenangan dengannya. Karena hanya itulah yang membuatku berhenti menangis. Sangat kecewa setelah menerima pesan dan berpisah dengan cara yag kurang sopan. Teringat kembali saat aku ingin menstalker melalui sosmed temanku. Tapi tidak berani, karena dia sudah punyai seorang perempuan yang sudah membuatnya tertawa sekarang. Saya bersyukur karena saya juga mempunyai lelaki yang selama ini masih dengan saya. Menerima tingkah laku saya yang selalu menyakitinya. Saya sadar. Kalau dulu perbuatanku dulu buruk terhadap lelakiku sekarang (Dodik Pratama). Dan untuk saat ini aku akan menjaga hati ini untuk dia. Tanpa guncangan dari siapapun.
Saat itu aku tertidur pulas setelah perut yang sakit (belum makan) tapi aku ngantuk. “ Dia datang kerumah  dengan berpakain seperti yang sudah aku jelaskan tadi. Begitu nyata sekali. Senyuman yang manis menyapaku dahulu. Lalu aku kaget dan bertingkah aneh, merasa canggung juga setelah melihatnya karena tidak percaya kalau dia benar benar datang kepadaku ”. Aku mengira semuanya benar benar terjadi dan ternyata saat aku terbangun hanyalah “MIMPI” aku sempat bingung, kenapa harus dia yang muncul ?? aku bertanya Tanya dan pada akhirnya aku tertidur lagi. Dan kembali bermimpi. “ Wul.. “ Ibu memanggilku. Aku  yang berada di dalam kamar dengan beberapa keponakanku. Dan tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. “ Siapa” dan tidak ada jawaban. Dan langsung saja aku membukannya. “SeHa” panggilan akrabku dulu dengannya. Kaget, canggung dan anehlah saat itu. Lalu aku suruh masuk saja dikamarku. Dan waktu itu dikota rumahku ada acara konser, gataulah konser apaan,hehe.. dan lama bercanggungan. Tidak ada yang dibahas dan tidak ada yang dia bicarakan.karena tinggal aku, adikku, dan dia. Kemudian aku mengajaknya di ruang tamu untuk menyantap jajan jajanan pasar. Lalu aku ngomong kalau aku mau mandi. Dan beberapa menit setelah mandi, ganti baju dan sebagainya. Aku memulai menemuinya lagi. Dan saat aku lihat. Dia tidak ada disana. Seharusnya dia duduk dikursi itu. Tapi kenapa dia tidak ada. Lalu aku merasa kecewa dan sedih juga. Kebetulan ibuku lewat “ Bu, lihat temenku “. Ibu menjawab “ gak ngerti. Hati hati sama dia kalau masih belum kenal akrab. Biasanya orang orang jaman sekarang berpura pura jadi teman. Eh taunya malah nyuri.” Aku tersenyum dan mulai menjawab “ tenang bu, itu temanku “SeHa” (sebenrnya aku bilang ke ibuku bukan Seha. Tapi aku rahasiakan saja. Karena aku sudah tidak ingin mengingatnya. Dan juga tak aku duga ibuku malah tersenyum dan bilang “ masak” aku hanya menganggukkan kepalaku saja. Aku duduk termenung dan bertanya dalam hati. “ kemana dia pergi” dan tiba tiba… dia mengagetkanku. “DOOOOORRR” aku menoleh kebelakang dan kaget. Tanganku yang memegang dadaku yang sudah sempat dag dig dug daaar….. “ hayooooww… melamun saja kau”. “ Tidak biasa saja” . aku menjawab dengan cuek. “ yaaa… hei kau kagetkan” . dengan senyuman manis menghiasi bibirnya.” Tidak” jawabku.  Saat aku melihat senyuman itu aku mulai merasa kalau airmata ini mulai menetes. Karena hatiku berkata“ kenapa senyum itu masih tetap sama seperti dulu awal bertemu. Sangat menenangkan sekali senyum itu. Dan saat itu dia mulai merasa kalau bermain kerumahku itu bukanlah waktu yang tepat untuk saat itu. Lalu aku terbangun lagi.
Aku mulai membingungkannya lagi. 2 kali mimpi dia. Dua kali terbangun mimpinya lagi. Masih ngantuk, badanku terasa lelah dan lalu aku mulai tertidur lagi. Dan kembali lagi cerita mimpiku disambung. “Dan kali ini dia benar benar pulang. Aku mencarinya lagi. Pada akhirnya aku menemukannya kalau dia masih di gang jalan selatan dengan berboncengan dengan temannya. Temannya waktu lalu yang bersama kita dulu. Saat melihat mereka menampilkan dramanya. Bukan bukan. SeHa dengan pacarnya putus. Dan SeHa lebih menggandeng tanganku. Melihat pacarnya yang menangis aku sangat kasihan. Tetapi SeHa melarangku untuk menolongnya. Dan kemudian saat aku panggil namanya dia kembali dengan kecewanya dan berkata “ Apa lagi ?? “ aku kaget sekali karena jawabannya seperti itu. Padahal aku memanggilnya dengan cara baik baik. Yah… mungkin dia tau kalau aku mengacuhkannya (dalam hati).  “ kembali kerumahku ?? aku pengen sesuatu darimu.” Kataku. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Dan sampai dirumah teman SeHa pun ikut. Lalu aku memulai berbincang. “ Ha… aku minta maaf karena sudah mengabaikan kau dari tadi. Maaf yaa… “ kataku dengan tangan yang memohon sambil memejamkan mata. “ okeeh.. gapapa kok, santai aja.” Jawabnya dengan santai. “ aku tersenyum dan dia membalas dengan senyuman juga. Dan aku mulai berhenti untuk senyum. Karena aku takut kembali dengannya lagi. Berhenti sejenak.. “ oh ya, kesini mau ngapain ya ?? perempuannya kaga cemburu ?? dengan sindiran aku bertanya. “ nggak lah ngapain cemburu. Kita kan teman. Iyaa kan ?? sekarang aku lebih bahagia dan lebih bahagia lagi. Hehehe… yaiyalah perempuannya sekarang kan lebih cantik dan perhatian. Hahhaa..“ jawab temannya dengan ketawa ngece..” hehehe… iyaiyalah Mba Itu kan. ( nggak aku sebutkan ) sebenarnya di mimpi aku sebutkan. “ oh ya bagaimana lancar kan sama mba itu ?? eh kaga usah di jawab aku udah tau pasti bahagia kan.. hehehe… (dalam hati “ nyesek banget” sambil kipas kipas”) hehee… “ eh kasih nomor kamu dong, biar komunikasian lancar. Dan saat minta nomornya, tiba tiba mimpiku menjadi gelap dan gelap”…. Lalu kemudian aku terbangun… huuhh… rasanya banyak sekali keringatku yang keluar. Aku bingung dengan mimpiku itu. Ingin rasanya aku tau kabar dia melalui stalkerku yang sekarang pinjem temen.. yah semoga dibalas yah kawan” hahahaha….. maaf sebenernya masih banyak tapi aku malas, kalau cerita soal masalalu yang buruk… mianhe…


“Maaf kalau cerita saya mengelantur kemana”… Mianhe Chingu” J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar