Minggu, 24 Juli 2016

Cerita Lama ( Nostalgia Terindah)



Entah kenapa hari kemaren aku tak bersemangat sama sekali tiada yang inginku perhatikan dan memperhatikanku. Aku  merasa mataku terus menerus menjadi basah. Aku mencoba dan terus menerus mencoba , namun tetap saja air mata ku jatuh tiap kali menatap foto foto temanku yang amat sangat aku sayangi. Pada akhirnya sekarang kita akan mengalami Perpisahan.
Terlalu banyak, terlalu banyak yang tak bisa kulupakan selama 3 tahun terakhir ini saat ulangan, saat contekkan, olok-olokkan dan semuanya. Tak kusangka, secepat ini aku akan Berpisah meninggalkan semua itu. Kita pernah sama-sama merasakan suka cita,duka dan amarah menjadi bingkai kebersamaan kita. Saat kita tertawa dalam duka, saat kita menangis dalam senyuman, saat itu pula kita rasakan, bagaimana rasanya memiliki Keluarga Besar.
Terkadang kita seperti semut, meski punya urusan sendiri tapi akan mencoba menolong yang lain. Kita layaknya burung , kadang kala menyendiri, tapi jika kita bersatu akan membentuk formasi yang indah.
Ketika aku pandang wajah teman-temanku saat ini, aku merasa tak sanggup untuk Meninggalkan kalian semua, rasanya ingin aku mencegah perpisahan ini, aku merasakan bahwa hati mereka seolah berkata” Apakah kita akan saling mengingat nanti ?. dan seolah-olah aku menjawab, ya hati kita sama-sama luka bukan ?”. bagaimana tak seorang pun dapat mencegah perpisahan ini. Aku hanya dapat berharap, semoga kami dapat berjumpa lagi dikemudian hari. Masih jelas dapat kurasakan, tangis dan amarah terlukis begitu manis. Dan senyuman yang telah tertoreh dalam benakku dari kawan-kawanku. Semua, segalanya akan ku simpan disini, (Dihatiku).
Tidak akan ada lagi kritikan untuk membangun dari Bu Dj dan Pak Edi, tidak ada pak Dhom yang setia setiap saat didepan komputer. Tidak ada Mb Ria yang selalu Memegang Uang siswa. Tidak ada lagi Crewet dan Rempongnya Bu Zusta dan Bu Yeni, tidak ada Omelan ataupun galaknya saat pelajaran dari Bu Dani, Pak Kahar, dan Pak Catur. Tidak ada Pak didik, Pak Widji, Mas Nopi dan Pak Samidi dengan Guyonannya. Tidak ada Pak Amrodhon,Pak Mulyadi, Bu Mifta, Bu Eni dan Pak Sarius yang mengajar dengan sabarnya. Tidak ada Pak Anwar yang setia menjaga Kantinnya.  Tidak ada Pak Hadi yang selalu mensuport kita agar menjadi siswa yang Berkreatif. Tidak ada pak Daim yang selalu membimbing kita untuk menjadi Sehat selalu. Tidak ada Keplak’an lagi dari pak Rosyid yang setiap Harinya kalian warek di Keplak’i wonge, tidak ada lagi senyum dari Bapak Sujarno yang setiap Pagi di Bagikan kepada kita. Tidak ada Pak Dadit dengan jailnya saat bersama cewe-cewe xll tkj. Dan tidak akan ada pula Guru Pembimbing Kita Pak Pratama dan Pak Herlambang yang  hampir Habis kesabaran mengajar kita untuk Jadi Murid Smk yang Berprestasi. Mungkin semua tidak akan tampak lagi. Tak dapat kulihat anak-anak yang dihukum lagi di halaman sekolah, tak bisa kupandang Lab Kejuruan, Bengkel dan Kantin, tak ada lagi  siswa SMK MAHASA Sholat Dhuha dan Dhuhur Berjamah di Masjid At-Taqwa, dan untuk orang-orang yang merasa saya sakiti saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Karena manusia tidak luput dari kesalahan. Dan hanya orang yang berjiwa besarlah yang mampu memaafkan kesalahan orang lain. J
Bapak/Ibu Guru, teman-temanku semuanya di SMKMAHASA, adik-adik kelas semuanya, saya mewakili kelas Xil tkj maupun tkr ingin meminta maaf jika dalam 3 tahun ini sering berbuat salah. Maaf, jika hal ini hanya terungkap dalam untaian kata dan permohonan. Saya menyayangi Kalian...... sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar