Entah kenapa hari
kemaren aku tak bersemangat sama sekali tiada yang inginku perhatikan dan
memperhatikanku. Aku merasa mataku terus
menerus menjadi basah. Aku mencoba dan terus menerus mencoba , namun tetap saja
air mata ku jatuh tiap kali menatap foto foto temanku yang amat sangat aku
sayangi. Pada akhirnya sekarang kita akan mengalami Perpisahan.
Terlalu banyak,
terlalu banyak yang tak bisa kulupakan selama 3 tahun terakhir ini saat
ulangan, saat contekkan, olok-olokkan dan semuanya. Tak kusangka, secepat ini
aku akan Berpisah meninggalkan semua itu. Kita pernah sama-sama merasakan suka
cita,duka dan amarah menjadi bingkai kebersamaan kita. Saat kita tertawa dalam
duka, saat kita menangis dalam senyuman, saat itu pula kita rasakan, bagaimana
rasanya memiliki Keluarga Besar.
Terkadang kita
seperti semut, meski punya urusan sendiri tapi akan mencoba menolong yang lain.
Kita layaknya burung , kadang kala menyendiri, tapi jika kita bersatu akan
membentuk formasi yang indah.
Ketika aku pandang
wajah teman-temanku saat ini, aku merasa tak sanggup untuk Meninggalkan kalian
semua, rasanya ingin aku mencegah perpisahan ini, aku merasakan bahwa hati
mereka seolah berkata” Apakah kita akan saling mengingat nanti ?. dan
seolah-olah aku menjawab, ya hati kita sama-sama luka bukan ?”. bagaimana tak
seorang pun dapat mencegah perpisahan ini. Aku hanya dapat berharap, semoga
kami dapat berjumpa lagi dikemudian hari. Masih jelas dapat kurasakan, tangis
dan amarah terlukis begitu manis. Dan senyuman yang telah tertoreh dalam
benakku dari kawan-kawanku. Semua, segalanya akan ku simpan disini, (Dihatiku).
Tidak akan ada lagi
kritikan untuk membangun dari Bu Dj dan Pak Edi, tidak ada pak Dhom yang setia
setiap saat didepan komputer. Tidak ada Mb Ria yang selalu Memegang Uang siswa.
Tidak ada lagi Crewet dan Rempongnya Bu Zusta dan Bu Yeni, tidak ada Omelan
ataupun galaknya saat pelajaran dari Bu Dani, Pak Kahar, dan Pak Catur. Tidak
ada Pak didik, Pak Widji, Mas Nopi dan Pak Samidi dengan Guyonannya. Tidak ada
Pak Amrodhon,Pak Mulyadi, Bu Mifta, Bu Eni dan Pak Sarius yang mengajar dengan
sabarnya. Tidak ada Pak Anwar yang setia menjaga Kantinnya. Tidak ada Pak Hadi yang selalu mensuport kita
agar menjadi siswa yang Berkreatif. Tidak ada pak Daim yang selalu membimbing
kita untuk menjadi Sehat selalu. Tidak ada Keplak’an lagi dari pak Rosyid yang
setiap Harinya kalian warek di Keplak’i wonge, tidak ada lagi senyum dari Bapak
Sujarno yang setiap Pagi di Bagikan kepada kita. Tidak ada Pak Dadit dengan
jailnya saat bersama cewe-cewe xll tkj. Dan tidak akan ada pula Guru Pembimbing
Kita Pak Pratama dan Pak Herlambang yang
hampir Habis kesabaran mengajar kita untuk Jadi Murid Smk yang
Berprestasi. Mungkin semua tidak akan tampak lagi. Tak dapat kulihat anak-anak
yang dihukum lagi di halaman sekolah, tak bisa kupandang Lab Kejuruan, Bengkel
dan Kantin, tak ada lagi siswa SMK
MAHASA Sholat Dhuha dan Dhuhur Berjamah di Masjid At-Taqwa, dan untuk
orang-orang yang merasa saya sakiti saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Karena manusia tidak luput dari kesalahan. Dan hanya orang yang berjiwa
besarlah yang mampu memaafkan kesalahan orang lain. J
Bapak/Ibu Guru,
teman-temanku semuanya di SMKMAHASA, adik-adik kelas semuanya, saya mewakili
kelas Xil tkj maupun tkr ingin meminta maaf jika dalam 3 tahun ini sering
berbuat salah. Maaf, jika hal ini hanya terungkap dalam untaian kata dan
permohonan. Saya menyayangi Kalian...... sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar