“Im Still I Miss You”
At Area Yokohama Stadium. Minggu. 16:30
Langit pun segera menjadi awan hitam.
‘Akankah
hujan turun ?’
Lama sekali. Menunggu band yang telah lama aku
idam-idamkan dari kemarin tak kunjung datang juga. Bahkan aku hampir menyesal.
Awan hitam sedari tadi telah menyelimuti kami di atas sana.
Sesekali
ku melihat perempuan yang berada di sampingku menggunakan gelang yang
bertuliskan “TORU” pipi yang bertato Gitar.
‘Hah…
melihat namanya saja aku semakin merindukannya.’
“Haruskah aku flashback ?”
Zura yang sedari tadi sibuk dengan update-tannya tiba-tiba mendengarkan
celotehku.
“Apa?” Teriaknya.
Karena berada dalam tengah-tengah keramaian dan
mungkin saja bisa kau lihat berapa banyak lautan manusia yang berada di area
ini untuk melihat band yang sudah Go
Internasional (mendunia).
‘Siapa
sih yang ngga kenal sama band sekeren mereka.. Hehehe.’
Penggemar mereka bahkan sangat antusias untuk
selalu mendukung Band ONE OK ROCK sampai kapanpun dan dimanapun.
‘Termasuk
aku juga.. Hehehe.’
( Kembali
)……
“Ah.. Tidak apa-apa!”
Yooripun kembali mem-flashback cerita pertama saat bertemu dengan Sonbae Toru dan Ryota
setelah apa yang terjadi di dua tahun yang lalu di SMA Yokohama.
“
Flashback “
~Dua
Tahun Yang Lalu 2012~
Saat aku masih menjadi adik kelas mereka di tahun
2011. Kita sesekali bertegur sapa, hanya saja tidak sering. Namun saat berada
dalam studio musik, kadang aku merasa salting (salah tingkah) Toru Soenbae
mengajariku bagaimana cara agar bisa menjadi gitaris yang keren seperti dia. Aku
sesekali kecolongan memandanginya, entah bagaimana perasaan kita waktu itu. Aku
hanya menyukai lebih dari sekedar seorang pengagum, jika aku benar-benar
menyukainya dan mengatakannya langsung pada Toru Soenbae, akankah ada yang
terjadi dengan diriku saat tengah banyak yang menggamparku dari arah belakang
sana. Benar.. remaja-remaja alay yang
sangat berlebihan mengangumi Toru, jika ada seseorang yang dekat dengan Toru
khususnya perempuan akan benar-benar hancur di jambak-jambak oleh Fans Fanatik
Garis Keras itu. Kalau untuk fans fanatic garis keras di SMA Yokohama tidak ada
yang seperti itu. Itu dari SMA Osaka, yang khusus sekolah Perempuan saja,
berasrama. INI TIDAK PENTING.
Saat tiba mulai petang aku pun bergegas pergi
untuk pulang karena tiba-tiba cuaca hampir setengah mendung. Angin membawa
segala kecamuk yang menggerogoti tulang yang berada di dalam tubuhku. Aku
merasa kedinginan saat itu, tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang
mengikutiku. Aku pun bersiap-siap untuk memasang kuda-kudaku.
“Hahaha.”
Jika aku teringat hal itu, aku hanya ingin
tertawa. Karena merasa malu sekali pada saat itu. Aku memutar badanku dan melemparkannya
dengan tasku, dia kaget bukan kepalang dan merasa kesakitan. Setelah mengamati dengan
perlahan. Melihat wajah itu.
‘Sepertinya
aku mengenal wajah itu.’
Setelah
beberapa menit mengamati.
‘Ternyata
dia Toru Sonbae!!’ Melotot.
‘Haish… Bodoh
sekali penasaran tanpa alasan.’
“Ah.. Maafkan aku Toru Sonbae.” Menundukkan
kepala.
“Aku benar-benar tidak sengaja ingin memukulmu.
Aku merasa akhir-akhir ini ada seseorang yang mengikutiku saat pulang sekolah.
Jadi aku harus berjaga-jaga jika sendirian seperti ini.
“Kau menyebalkan.” Merasa kesal.
“Ah.. maafkan aku Toru Sonbae.” Memohon dengan
memegang tangan Soenbae.
“Aaa.. sebagai gantinya aku ingin mentraktirmu
segelas Cappucino dingin. Bagaimana?”
“Ok.”
Lalu berjalan menuju tempat yang menyediakan
sejenis kopi lainnya dan beberapa makanan ringan.
Café
Yokohama. Lewat 18:11
Setelah memesankan Cappucino untuk Toru Sonbae. Aku memulai pembicaraan kembali, agar
suasana tidak tegang dan aku harus tetap meminta maaf agar aku tidak
menyesalinya saat bertemu dengan Toru Soenbae di lain waktu.
“Soenbae. Maafkan aku.” Terus memohon.
“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin di traktir. Hahaha…”
Suara meledak.
“Heh.. ??” Kebingungan.
Aku yang berada dalam kebingungan merasa ada yang
melihatku dari arah kanan. Perlahan aku melihatnya, dengan tatapan tajam saat
itu.
‘Sepertinya
aku mengenal orang itu. Tapi siapa?’
Tidak begitu lama aku memikirkannya dengan
melihat wajah Toru Sonbae, tiba-tiba saja Toru sonbae membentakku.
“Apa!!!” Dengan melotot.
Aku hanya menggigit bibir bawahku karena
seperti itulah aku berpikir. Namun kenyataannya Toru Sonbae malah mentempeleng
kepalaku.
“Haish… Benar-benar nih anak, kerasukan
setan mana kau?” Masih melotot.
Kemudian, kembali ku reflek melihat ke arah
pintu kafe yang tadi ada seorang lelaki berdiri di depan pintu itu.
“Ah.. Yongjae!!” Teriak.
“Ya !!.. Yongjae, Yongjae. Aku Toru bukan
Yongjae. Siapa Yongjae?” Tanyanya dengan penasaran.
“Ah.. Hehe,, Tidak soenbae.” Merasa kecolongan.
‘Namun,
benar itu Yongjae.’ Kembali melihat arah pintu masuk kafe.
Setelah selesai meneguk cappuccino dingin. Aku dengan Toru soenbae bergegas untuk pulang. Tetapi
aku tetap diam dan merasa sangat lelah.
Sedikit lagi rumahku tampak terlihat, namun Toru
tetap setia menemaniku yang hanya diam
dan melamunkan sesuatu dari tadi. Dan tanpa kusadari, aku sudah sampai di depan
rumah.
“Ini rumahku.” Nada pelan dan wajah lemas.
“Ok. Berikan ponselmu padaku.” Dengan tangan
menengadah.
Aku langsung memberikannya, tanpa berpikir
banyak.
“Aku menyimpan nomormu. Jadi jika kau ingin
bercerita telpon aku saja.” mengembalikan ponselku.
“Ne (iya).” Lalu masuk gerbang tanpa mengucapkan
selamat tinggal untuk Toru.
Toru merasa aneh padaku saat itu.
“Haiish,.. bahkan dia tidak meminum cappuccino sedikit pun.
‘Mungkin
dia lelah karena itu.’ Mengkerutkan dahinya
“Hemm.” Pergi.
***
Pagi membangunkan Yoori dengan semangat. Jus
jeruk dingin sudah berada di meja samping kamar Yoori. Segeralah ia meneguk jus
segar itu.
“Haah… Semoga saja pikiranku yang hancur tadi
malam hilang tertelan oleh jus segar ini.” Meminum jus dengan lahap.
“Ah.. Aku menyukainya.” Tersenyum meringis.
Dengan senyum yang manis Yoori pun bersiap-siap
untuk berangkat sekolah.
***
Sampai
di sekolah “SMA Yokohama
Tiba-tiba ada yang menelponku, aku hanya
mengabaikannya. Terdengar dari suara arah kananku. Suara yang paling kas dan
kasar itu. Yaitu Toru soenbae.
“Ya.. kau tak ingin menjawab telpon dariku!” Menepuk
bahuku dan aku hanya berlalu.
Toru hanya terdiam dan tidak berjalan mengikutiku.
karena Toru ada janji latihan band dengan temannya untuk manggung di Festival
Rock Musim Panas minggu depan.
Aku mengira akan ada sesuatu yang beda hari
ini. Namun ternyata tetap sama saja. Seseorang datang dari arah yang tak
terduga.
“Ikut denganku..” Menarik tanganku.
“Ada apa! ..eh.” Merasa kesakitan.
Lalu berhenti di depan taman sekolah.
“E..e.. Yongjae! Kenapa kau kasar seperti ini
padaku. Memangnya kau siapa. Gampang sekali menarik tangan orang.” Merasa kesal.
“Kencanlah denganku.” Melihat sekeliling.
“Hee !!! Kau menyeretku seperti ini hanya mengatakan
seperti itu!!” Melotot.
“Kau tidak mau!” Masih melihat kesekeliling.
“Aku harus pergi.” Tanganku masih tertarik oleh
Yongjae.
“Yaa!! Lepaskan tanganku, kau tidak berhak
seperti ini padaku, memangnya kau siapa!!” Mulai marah.
Seseorang datang untuk menyelamatkanku dari laki-laki
kasar seperti Yongjae.
“Lepaskan tangannya, atau kau akan berhadapan
denganku.”
“Oh.. kau datang untuk menyelamatkan kekasihku.”
Tersenyum sinis.
Toru terdiam. Ia merasa terbohongi olehku. Aku pun
merasa tidak sanggup lagi. Akhirnya reflek aku menampar Yongjae dengan keras.
“Kau !! Dasar Bajingan.” Aku tarik tanganku
dari genggaman sano dan cepat pergi.
Namun Yongjae tidak pernah menyerah atas apa
yang dia lakukan padaku. Dia mengejarku dan Toru menghentikannya.
“Tunggu… Kita harus bicara.” Mengajak Yongjae
duduk di tempat yang berada tidak jauh dari jangkauan mereka.
“Tunggu, aku akan membelikan minuman untukmu.”
Bergegas pergi namun dihentikan oleh kata-kata dari Yongjae.
“Kau kira aku miskin!! Aku akan membelinya
sendiri.” Emosi sedikit naik.
Lalu Yongjae berdiri kemudian pergi dan diikuti
oleh Toru.
“Hmm…” Toru tersenyum kecil.
Setelah beberapa menit kemudian mereka kembali
ke taman dan masih duduk di tempat yang sama seperti tadi.
Dan pada akhirnya Toru memulai pembicaraan
dengan santai. Dengan mengingat-ingat kembali apa yang sudah dibicarakannya kemarin
saat perjalanan pulang bersama Yoori.
“Apa benar Yoori kekasihmu” Sambil meminum Cappucino.
“Kenapa kau penasaran sekali..!” Mengikuti Toru
meminum Cappucino.
“Hanya saja kemarin aku bertemu dengannya. Dia
bilang padaku, bahwa ia akhir-akhir ini selalu diikuti oleh seseorang…. Apakah
seseorang itu adalah kau!” Melihat Yongjae tajam seperti men-skak-mati.
“Hkjdkjsh.” Yongjae pun kaget.
“Ke,, Ke,, kenapa kau melihatku tajam seperti
itu. Tentu saja tidak. Untuk apa aku membuang waktuku mengikuti gadis kasar
seperti dia.” Menghabiskan minumannya.
“Jika bukan dirimu lalu siapa lagi? Aku tau kau
berbohong, saat itu dia bilang, Yongjae. Itu namamu kan?.... Ku peringatkan sekali
lagi, jika benar Yoori kekasihmu lindungi dia, jaga hatinya, jangan pernah kau
bermain kasar dengan perempuan yang kau cintai, itu sama saja kau menyakiti
ibumu, karena ibumu juga perempuan.” Mulai berdiri.
“Jadi kau harus berhati-hati. Aku takkan tinggal
diam jika kau menyakiti Yoori.” Bergegas pergi.
“A.. Tunggu!” Toru menoleh.
Diam sejenak………………
“Sepertinya kau menyukainya? Kau tak ingin
terjadi apa-apa dengan Yoori. Perkataanmu sangat jelas kau menghawatirkannya.”
Membuang kaleng minuman.
“ Huhhh…” Menghela napas panjang.
“Karena aku tidak menyukai lelaki yang begitu
kasar dengan perempuan, karena itu bukan sifat lelaki, namun pecundang!!” Bergegas
pergi kemudian berhenti.
“A.. satu lagi aku tidak menyukai yang namanya KE-
KE- RA- SAN. Ingat!!” Menunjuk ke arah otak Yongjae. Lalu pergi.
“Haiiiish… benar-benar menyebalkan.” Merasa
kesal.
Kelas
bahasa. 10:56
Menunggu datangnya bel saat pulang. Yooripun
hanya melamun. Kebiasaannya melamun saat sendiri termenung menatap kearah yang
luas.
“Doooorrr….!” Seseorang mengagetkanku.
Yooripun melihat siapa yang berani membangunkan
macan yang sedang tidur. Yoori melotot dengan tajam ke arah seseorang itu, dan
seseorang itu merasa ketakutan dan segera meminta maaf.
“Yoo..Yoori Maaf!!” Sambil memejamkan matanya.
“Yaa!!” Membentak seseorang itu.
Mereka yang berada di dalam kelas merasa tergganggu
dengan teriakkan Yoori yang melayang keras.
Yoori pun tersadar.
“Ah.. Hehehe… Maaf,, maaf,, maaf.” Melihat satu persatu teman sekelasnya dengan menggaruk-garuk
rambutnya.
Yooripun
berdiri lalu menyeret keluar seseorang itu.
Tiba di depan pintu kelas.
“Kau ingin mati!!” Nada marah.
“Ah Maafkan aku Yoori-San. Aku hanya ingin
mengantarkan surat ini. Aku pergi ya. Pergi.
“Hey.. ya, ya… Haissh! Benar-benar menyabalkan!
Dengan raut wajah yang kesal aku membukannya.
Yoori memandangi begitu pelan.
“Festival musim panas!!”
“Rock band - Love Summer !!”
“Haish,.. mengapa banyak sekali. Bukankah hanya
Firework saja? Sebenarnya dari siapa?”
Kebingungan.
Saat ingin kembali masuk kelas tiba-tiba ponsel
Yoori berbunyi.
Dreeett.. dreeettt..drrettt..dreeet..
Segera mengambil ponsel dalam saku dan segeram
membuka pesan.
~kau
sudah menerimanya, jangan lupa untuk datang. ini permintaanku yang pertama dan
yang terakhir.~
Merasa bingung kembali. Aku pun mencoba
membalasnya tanpa berpikir.
~Nugu
(siapa).”
~Hehehe..
coba tebak siapa yang menelponmu tadi pagi dan kau hanya mengabaikannya :D.~
“Haissh.. jinjja (benar).
~Ah.. Ne
(iya) Toru Sonbae. Aku pasti datang :). Mianh..~
‘Entah
apa yang membuatku menulis kata “mianh (maaf) disana.
~Datanglah
bersama kekasihmu Yoori-san :).”
Saat Toru menuliskan kata seperti itu sebenarnya
hatinya terlalu sesak. Ia sedikit menyukai Yoori namun sebatas adik saja. Tapi
entah Toru masih sakit mendengar perkataan Yongjae tadi yang kalau Yoori adalah
kekasihnya. Tiba-tiba…
Dreeett..dreeet…
~ Ya.
kekasih? Aku akan datang sendiri dan jangan pernah kau berkata seperti itu,
karena aku memang belum ada pasangan. Lalu kau sendiri dengan Mizuki. Bagaimana
??”
Begitu pun dengan Yoori saat menuliskan nama
Mizuki ia merasa kecewa dan menyesal.
‘Haish..
Kenapa harus menanyakan Mizuki kepadanya. Bagaimana kalau ia menjawab, Hubungannya
baik –baik saja. Ah.. Bagaimana dengan perasaanku kepadanya Tuhan. Ah ..
benar-benar bodoh.’
Namun bagaimanapun …..
‘Membaca
pesan dari Yoori seperti ini aku merasa belum puas. Entahlah percaya atau tidak
namun bagaimanapun aku (Toru) takkan bisa memilikinya.’
~Hahaha..
Ne (iya). Oh untuk Mizuki kita hanya berteman saja tak lebih.~
Mendengarkan perkataan seperti itu aku (Yoori)
merasa lega namun mengapa ia berkata “Oh
untuk Mizuki kita hanya berteman saja tak lebih.”
‘Apakah
ia menjaga perasaanku. Ah .. Ataukah Toru Sonbae menyukaiku.’
Tiiiiiing……
Tiba-tiba bel pulang pun berbunyi dan
membuyarkan hayalan indah Yoori.
“Haish… Benar-benar tidak bisa berkompromi.” Menggerutu
pelan sambil jalan mengambil tasnya.”
Pukul
12:02
Tiba di depan gerbang, bertemulah Yoori dengan Yongjae.
Namun Yoori hanya berlalu dan membiarkan Yongjae mengikutinya. Saat ingin
berhenti sejenak Yongjae pun tetap mengikuti. Tanpa berpikir panjang Yoori pun
langsung angkat bicara.
“Kau sebenarnya ingin apa!” Menatap mata Yongjae
tajam.
“Kenapa kau terus menggangguku! Kau tidak ada
pekerjaan! Penguntit!” Nada tinggi.
Orang-orang yang berada di sekitar melihat dan
mendengar Yoori berbicara keras. tanpa malu Yoori pun tetap ingin mengatakannya
dengan nada keras. Biar semua orang tahu kalau Yoori sebenarnya meminta bantuan
agar terselamatkan dari pria bajingan seperti dia.
“Nada bicaramu bisa kau pelankan sedikit. Aku
hanya ingin bicara sebentar denganmu…. Kau mau?”
‘Mengapa
ia tidak kasar lagi?’
“Ya…!” Hanya mengangguk.
Yongjae pun mengajak Yoori duduk di seberang
jalan dengan membelikan Yoori ice cream.
“Ini untukmu…” Memberikannya kepadaku.
“Haiish…..Kau seperti anak kecil saja.” Masih
merasa kesal dengan menerima ice cream
dari Yongjae.
“Hehehe.. Tapi kau menerimanya kan?” Menggodaku.
Yoori hanya berlalu dan mulai memakan ice creamnya.
Diam sejenak……
Angin saat itu begitu menyegarkanku dari sinaran
mentari yang panas membakar kulit keringku.
“Ah.. Benar musim panas telah tiba dan akan ada
banyak festival musim ini di Jepang. Aku sama sekali takkan melewatkannya….. Agar
hidupku tidak kosong dengan namanya pengalaman.” Gerutunya tidak jelas.
“Aku harus mengatakan ini ?” Agak gugup.
Namun yang terlihat disitu Yoori hanya kaget
dan bingung.
“Heh ??” Melihat Yongjae.
“Iya aku harus mengatakan ini.
Aku..aku..ak..aku” Tiba-tiba berhenti.
Yooripun masih kebingung.
“Aku …?? Aku apa Yongjae …?” Melihat kearah Yongjae.
“Benar, iya. Aku Menyukaimu Yoori-san!!”
Yooripun yang melihatnya lalu membuang muka
perlahan. Ia sangat kaget dan tak mungkin ini terjadi karena dalam hati Yoori
hanya bertuliskan Toru Yamashita.
‘Hahaha…
ini tidak mungkin. Bagaimana aku menolakknya? Akankah aku memberikan waktu
beberapa hari lagi untuknya.’
‘Aku
tidak bisa jika secepat ini.’
“Aaa…” Melihat Yongjae.
“Haha.. Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak
menyadari bahwa kau akan menyukaiku.
Terlihat
bodoh.
‘Haish..
Mengapa aku bertindak sangat bodoh sekali. Apakah ini saat tepat untuk tertawa
di depannya.’
“Aku tidak memaksamu untuk berikan jawaban
kepadaku. Dan aku pasti menunggu itu. Mulai berdiri.
“Aku yakin suatu saat kau akan menerimaku.”
Pergi.
“Aaa… Yongjae…!” Memanggilnya namun tak
terjangkau olehku.
Yongjae hampir terlalu jauh.
“Haish… bagaimana ini!” Kesal.
Tiba-tiba ponsel Yoori bordering.
Dreeeet..dreeeet,..dreet..drreet.
Dua pesan belum terbaca.
“Yongjae !! Toru Sonbae <3 !!”
Hampir 2 menit Yoori melongo melihat dua pesan
dari mereka berdua degan sama-sama seperti itu. Melihat dan berpikir keras
entah siapa dulu yang akan ia baca.
Dan bagaimana pun ia tetap sama dengan pilihan
hatinya.
Membuka pesan.
~Minggu
depan kau harus melihatku !! #emoticSmile.~
Tanpa aku sadari yang berhasil aku buka bukan
pesan milik Toru soebae. Namun pesan milik Yongjae.
“Heh.. Yongjae!!”
Melotot.
“Haisssh.. Bagaimana ini kenapa kau ceroboh
sekali Yoori.” Membentak diri sendiri.
Yooripun bergegas mengeluarkan pesan dari Yongjae
dan ia cepat membuka pesan dari Toru soenbaenya.
Membuka pesan.
~Hey.. Kau
jangan lupa untuk melihatku minggu depan. Bawakan aku bunga untuk aku simpan
#emoticrofle.~ Aku tersenyum saat membaca pesan dari Toru soenbae.
Dan terlihat dari notifikasi
~Kau hanya
membacanya tanpa membalas?~
Yoori
hanya mengabaikannya dan lebih ia
membalas pesan dari Toru Sonbae.
~Ne (iya)
Toru Sonbae. Tapi aku tidak menjanjikan untuk membawakan bunga untukmu. Mianh
(maaf) #emoticSmile. Tersenyum manis.
Yoori sudah menunggu pesan yang harus Toru
balas. Namun sudah hampir 10 menit tidak ada balasan.
Namun pesan kembali terlihat dari notifikasi.
~Yaa..
Kau tidak membalas pesan dariku?~
“Haish.. Benar-benar orang ini lagi.” Membuang
napas.
Yooripun akhirnya membalas pesan dari Yongjae.
Namun ia tetap standby di pesan Toru.
Yoori sangat yakin setelah ini Toru akan membalasnya.
Namun tidak juga.
Dan pada akhirnya ia membalas pesan dari
Yongjae.
Membuka pesan.
~Gomen
(maaf). Aku tadi agak sibuk di perjalanan.~
~Kau
yakin tidak ada masalah yang lain.~
~Ne
(iya), jangan terlalu menghawatirkanku.~
~Haish..
Kau terlalu keras kepala.~
~Ya sudah
aku harus beristirahat dulu. Bye.~
Yongjae
yang melihat balasan seperti itu dari Yoori ia hanya bernapas panjang tanpa
memikirkannya dengan keras.
SEMINGGU
KEMUDIAN
Festival Musim Panas telah tiba. Area Yokohama Stadium 2012.
Dengan agak terlambat Yoori membelikan bunga,
namun Toru Sonbae masih saja belum keluar. Yoori sejak tadi hanya berdiri dan
membawa bunga tanpa mengabari Toru Sonbae kalau sudah tiba. Ia sudah mengantongi
sebuah tiket untuk dirinya sendiri.
Dan beberapa teman perempuan Yoori menyapanya.
Mereka bertanya-tanya siapakah yang akan ia beri bunga yang berada dalam
genggaman tangannya itu.
“Wow.. Apakah bunga ini akan kau berikan pada Yongjae
soenbae?
“Yongjae soenbae!!” Kaget.
“Ye (iya), kau tidak tau bahwa ia berpartisipasi
untuk Festival Musim Panas ini.”
“Huh.. Ahaha, Ye (iya) aku baru mengingatnya.”
Aku hanya meng-iyakan tanpa aku tahu yang sebenarnya.
“Lalu siapa yang akan kau beri bunga kalau
tidak Yongjae soenbae??” Wajah penasaran.
Aku tak menjawabnya.
Mereka yang bertanya-tanya akhirnya
meninggalkan gerbang masuk untuk membeli tiket.
Flashback..
Yoori
mengingat seminggu yang lalu. Yang terakhir Yongjae mengirimkan pesan untuk dirinya.
Lalu ia membuka kembali isi pesan dari Yongjae.
‘Haiish..
Benar, ia juga akan berpartisipasi untuk FMP ini.’ Mengeluh.
“Bodoh sekali aku tidak menyadarinya.”
End
Flashback….
“Hah..” Menghela napas panjang.
“Kapan kau akan menghubungiku??” Bergumam
dengan Melihat nama Toru yang berada dalam kontak pesannya.
Tiba-tiba ponsel Yoori bordering setelah 1
menit ia melihat ke jangkauan yang luas. Ia cepat mengangkatnya tanpa melihat
nama penelpon.
“Ah Toru Sonbae! Kenapa kau terlambat sekali
menghubungiku?”
“Haish.. Kau benar-benar Sonbaeku yang parah!!”
Merasa kesal.
“Toru Sonbae??” Seseorang dari seberang telpon
bertanya dengan suara penasaran.
Yoori melihat nama penelpon. Ia melotot. Kaget
bukan kepalang kembali hadir dalam otak dan pikirannya.
Yoori sangat kaget dan tidak menyangka bahwa
yang menelponnya bukan Toru soenbaenya tetapi Yongjae. Entah bagaimana wajah
Yoori saat itu. Ia sangat malu dan entah akan berkata apa pada Yongjae karena
ia terlalu berlebihan hingga menyebut nama Toru dengan sebutan Sonbaeku.
Yongjae yang segera tampil merasa ia kehilangan
semangat. Dan entah apa yang akan terjadi nanti. Pikirannya pun masih di
kuat-kuatkan kalau tidak akan terjadi apa-apa dalam perfomance nanti.
“Ahaha…” Merasa salah tingkah.
“Yongjae. Gomen (maaf)!! Aku kira kau Toru
Sonbae. Karena aku merasa kesal jadi aku tidak melihat siapa yang menelponku,
sudah banyak korban yang aku kesali gara-gara lelaki itu.
“Dan aku berkata seperti itu karena dia
meminjam buku novelku dan ia tidak mengembalikannya. Malah dia akan perfomance di FMP. Aneh kan!!
“Padahal aku sangat butuh buku itu untuk aku
kerjakan hari ini.” Sedikit ragu menjawabnya.
‘Berbohong
adalah solusi yang baik jika kepepet seperti ini’ Ahahaha…. (Jangan di tiru)
Tidak ada jawaban sama sekali dari Yongjae.
Yongjae yang mendengarkan perkataan itu merasa
ia di bohongi. Semenjak Yoori belum mengangkat telpon darinya ia sudah melihat
Yoori yang merasa resah di depan gerbang pintu masuk antrian tiket dari
seberang jalan. Namun ia sadar kalau ia hadir tidak untuk Yongjae. Yongjae pun
merasakan itu. Dan bagaimanapun Yongjae tetap akan bertindak baik-baik saja
kepadanya.
“Oh.. Begitukah??” Suara melemas.
Yoori hanya mengangguk. Terlihat oleh Yongjae.
“E.. Lalu kau dimana?”
“Kau tidak melihatku?”
“Sepertinya 15 menit lagi aku akan tampil. Jadi
kau segeralah kesini, bus yang menuju area Yokohama masih banyak. Kau bisa?” Dengan
melihat Yoori dari seberang jalan.
Yoori terdiam sejenak.
“Yoori-san??”
“Oh, Ye, Ye aku akan datang untuk melihatmu Yongjae
hehe…”
“Ok. aku akan menunggumu. Pastikan kau tidak
terlambat.” Menutup telpon.
Yongjae masih tetap melihat Yoori yang
kebingungan di depan gerbang antrian tiket.
Yooripun sudah memasuki Area Yokohama Stadium.
Ia berada di pertengahan, tidak di tengah-tengah hampir menuju depan. Tepat
dimana orang-orang bisa bersalaman dengan personil band yang mereka dukung itu.
Ia melihat-lihat dengan membawa bunga mawar merah
yang berada di tangan kirinya itu. Ia merasa menyesal bahwa Yongjae telah ia
panggil dengan sebutan Toru Sonbae.
‘Bagaimana
perasaanya nanti saat tampil dengan kegelisahan yang aku buat tadi?’
‘Haish..
Kau bodoh sekali merusak kesenangan seseorang yang sebentar lagi akan tercapai.
Dasar idiot !!’ Marah
pada diri sendiri.
~Kau
sudah sampai. Sebentar lagi aku naik. Jangan biarkan senyumanku di nikmati oleh
orang lain. #emoticSmile.~
“Apa-apaan sih dia!!”
~Tak
usah khawatir aku sudah berada di depan. Lakukanlah yang terbaik. Jadikanlah
hari ini menjadi keajaiban untukmu dan semua orang yang melihatmu.~ Membalas dengan keterpaksaan.
“Kenapa sih orang ini masih saja menyebalkan.
Dasar bajingan!”
“Mengapa tadi aku merasa bersalah sekali
padanya. Padahal dia masih saja seperti monster. Huh..!” Merasa kesal.
Yongjae yang membaca itu merasa ada semangat kembali. Ia benar-benar
berharap Yoori akan menerimanya setelah ini. Tanpa membalas pesan dari Yoori. Tiba-tiba
Yongjae dengan beberapa temannya sudah naik panggung, yang semua berada di area
itu meneriakki.
“Yongjae
soenbaeeee…..,”
“Yongjae
oppa,”
“Yongjae
soenbaee!!,”
“Baby
Yongjae.”
“Haiish.. benar-benar penonton bayaran. Berisik
!!” Merasa kesal dengan menutupi telingannya.
“Hah.. Benar-benar berlebihan sekali para
wanita ini.” Tetap menggerutu.
Dua lagu telah ditampilkan oleh band Yongjae
dan kawan-kawannya. Yongjae merasa ia senang atas pesan yang telah dikirimkan
oleh Yoori kepadanya.
Lama menunggu. Akhirnya band yang di rindukan
oleh Yoori Sudah di depan mata. Yoori yang berada disitu yang tadinya hanya
lemas tidak menikmati band dari anggota lainnya. Ia mempunyai alasan untuk band
ini. Ia berantusias berteriak-teriak layaknya menonton konser yang sudah Go
internasional itu. Karena Sonbae
manisnya berada dalam band tersebut.
“Ah.. Toru Sonbae,,,,, Toru Sonbae,,” Tambah
volume suara.
“TORUUUUUU,,, SONBAE.,,,” Dengan memejamkan
matanya dan tangan yang membentuk pelantang suara.
Dan tiba-tiba praaaakk….
Yoori kena pukulan dari salah satu penonton.
Segera ia melihat sekitarnya tidak ada yang menghiraukannya. Hanya teriakkan
dan tertawalah yang berada di dekatnya.
Ia kembali bersemangat dan mulai kembali
meneriakki Toru sonbaenya.
“Toruuu,,,Sonbae.. Ini bunga untukmu. Ambilaah
Toru Sonbae….”
Dan tak di sangka kelakuan Yoori tidak sengaja
telah terekam oleh crew yang
mengambil gambar Festival itu. Yongjae yang melihat gambar yang sudah
disediakan di layar besar berada di depan, merasa hatinya telah kembali di
permainkan oleh Yoori.
END
FLASHBACK
KEMBALI
KE AREA YOKOHAMA STADIUM 2014
“Hey.. Ya!! Apa yang sedang kau pikirkan.” Membuyarkan
lamunan Yoori dengan mentempeleng kepalanya.
“Lihatlah One Ok Rock yang sudah 20 menit hadir
di hadapan kita. Dan kau masih saja memikirkan Yongjae!! Nada teriak.
“Ya... Siapa yang memikirkannya.” Merasa kesal.
“Kalau tidak memikirkannya nikmatilah musik
yang dibawakan oleh Taka. Kau tidak ingin sepertiku?? Jumping guys. Hahaha….” Memperlihatkan gayanya kepadaku.
“O..Ok. lets
Go!! Yoori hanya berkata tanpa ia berpikir dahulu.
Tetap sama Yoori hanya melihat ke satu arah
saja yaitu melihat Toru. Ia hampir meneteskan airmata.
‘Mengapa..Senyumnya
tetap sama seperti dulu.’
~FLASHBACK~
‘Dua tahun aku dengan Toru soenbae tidak saling bertemu, karena aku
juga yang sibuk berada di jepang menikmati belajar di Todai. Dan tanpa
sepengetahuanku juga, Toru telah sukses menjadi seorang gitaris sekaligus leader
sebuah band yang sangat terkenal sekarang. Album dan single bandnya
sangat laris di pasaran dan perusahaan management musik lainnya. Dan
juga dia mempunyai banyak penggemar. Mungkin aku salah satunya. ‘Hehe..’ Aku
dengar mereka tinggal sementara di Amerika. Entahlah foto yang beredar di salah
satu sosmed (sosial media). Bahkan aku sangat tidak ingin melihatnya dan selalu
ingin melupakannya. Tentang apa yang terjadi 2 tahun lalu.
~END
FLASHBACK~
Tanpa di sadari satu jam lewat 20 menit sudah
selesai. Dan waktunya kembali tanda tangan album dan lainnya untuk para fans ONE
OK ROCK.
‘Bunga??
Iyaa bunga..’ Mengingatnya.
Sesegera Yoori berlari keluar untuk membeli
beberapa bunga untuk Toru Sonbaenya.
‘itu pun
jika benar-benar bertemu. Yah semoga saja.’ Gumamnya.
“Kau mau kemana?” Tanya Zura penasaran.
“Sebentar.” Tersenyum. Kemudia pergi.
20
menit kemudian.
Setelah mendapatkan ia bergegas kembali. Melihat
samping kirinya beberapa wanita meneriakki nama Toru dan berlari menuju
kerumunan tersebut.
“Sepertinya tanda tangan.”
Dan Yoori segera mengikuti di belakang orang
itu.
‘Benar…!’
Kegirangan.
Senang hampir tidak menyangka bahwa Toru sedang
dalam tatapan mata Yoori sekarang.
“Ah.. Benar-benar Toru Sonbae.”
“Ahh.. Haishh!!”
Yoori tengah kesal dan kewalahan karena banyak
fans yang saling mendorong.
“Toru-Sonbae. Terimalah bunga ini!
………..
Haiishh..!!”
Tiba—tiba Yoori jatuh tepat di depan Toru yang
memegangi sebuah album yang usai di tanda tanganinya. Namun beberapa fans
sempat menariknya agar Toru tidak merasa tergganggu.
“A..Ahh,, Apakah tidak bisa pelan-pelan!!” Beberapa
fans Toru menariknya.
Toru yang berada di situ hanya mengabaikannya
tanpa menghiraukan. Tapi sedikit-sedikit Toru mengingat wajah itu. Tapi tetap
saja tanda tangan album ini lebih penting daripada mengingat orang yang sama
sekali tidak kita kenali.
Padahal mawar yang telah ia genggam sedari tadi
masih awet dan tidak sama sekali rusak. Itu karena alasan mengapa mawar itu tak
rusak.
“Mengapa kau seperti orang pengemis, ayo
berdirilah lalu pulang.” Seseorang tanpa aku sadari datang. Lalu menarikku
dengan keras.
“Aish.. Kau si!....” Melihat kearah wajah itu.
“Yo.. Yongjae!! Bagaimana kau tau aku berada di
sini.” Bersikeras melepaskan tangannya dari genggaman Yongjae.
“Ah sudahlah. Ayo berdiri!! Kau tidak pantas
berada di tempat kotor seperti ini.” Nada tinggi dan masih tetap menarik tangan
Yoori.
“Apa !! Kotor katamu. *duug*!!” Seseorang datang tiba-tiba. Lalu menonjok Yongjae.
Entah darimana orang itu berasal namun
tiba-tiba ia merasa kesal dengan ucapan Yongjae waktu itu.
“Kau bilang tempat ini kotor, justru kau yang lebih
kotor daripada tempat ini. Pergi sana !!” Emosi mulai memuncak.
“Sebelum kau di hajar masa yang tak kau kenal.”
Marah.
Yongjae terdiam dengan memegangi bibir
sampingnya yang sedikit berdarah. Yoori yang berada di situ pun hanya terdiam, juga
terlihat malu. Kekasih yang ia banggakan selama ini telah membuat onar dalam konser
ternama sepanjang masa di Jepang.
Tanpa di sadari Toru sudah hampir lama melihat
perkelahian antara lekaki keras itu dengan seorang fans. Sedikit perlahan
memahami wajah gadis yang berada dalam jangkauannya itu bersama lelaki keras
tadi.
‘Aku sangat
mengenal wajah itu dan suara itu? Itu wanita yang jatuh tepat di hadapanku
tadi. Akankah itu Yoori?’ Masih melihat wanita yang berdiri dengan lelaki
keras itu.
“Yoori, mari kita pulang.” Menarik kembali
tangan Yoori.
‘Ah.. Benar
itu Yoori wishblue, dan Nam Yongjae tetap sama, ia masih sangat keras!!’
“Kau tidak ingin menandatangani punyaku??” Seseorang berteriak pada
Toru.
“Oh!”
Kaget.
“Yee (iya),” Dengan sedikit tersenyum.
“Ne (iya), Arigato Gozaimasu (terima kasih)!! Tersenyum.
Zura yang sedari tadi menunggu albumnya untuk di
tanda tangani oleh Toru akhirnya kini terselesaikan tinggal dari mister Taka
yang belum menandatangani.
Setelah melihat seorang yang berada dalam
kerumunan para wanita-wanita sexy itu, Zura segera berlari ke arah kerumunan
tersebut.
“Oh My God. Mister Taka. You are so HANDSOME!!
Aw.. Aw.. Aw.” Mencubit Taka.
Saat berkata handsome Zura menekan keras kata
itu.
“Ah.. Kau mencubitku.” Kaget namun tersenyum.
“Hahaha… Kau meresponku dan kau manis sekalin
mister.” Semakin menjadi-jadi.
“Oh.. Yeah. Thanks.” Kembali tersenyum.
‘Benar-benar
kau terlihat Baik.’
Zura senyum-senyum sendiri menatap Taka yang
berada di depannya.
“Oh arigato gozaimasu Mister Taka.” Kembali
mencubit pipi Taka dan tertawa nakal.
“WUHAHAHA…..”
‘Ah..
Baumu takkan aku lupakan Taka. Dan mungkin aku hari ini takkan mandi.
Wakakakaka.’ Terlihat
bodoh saat mencium jarinya yang baru saja digunakan untuk mencubit Taka.
Setelah mendapatkan tanda tangan dari Taka dan
genit untuk mencubitnya. Akhirnya Zura mendapatkannya. Walapun dengan susah
payah mendapatkannya hingga rambutnya terlihat acak-acakan seperti orang gila
yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. Kemudian ia merasa lega dan
sesegera mencari Yoori.
Mencari kontak
“Yoori kau dimana? Kau tak ingin albummu di
tanda tangani oleh Toru Sonbaemu??”
Dengan menelpon berada dekat jangkauan Toru.
Toru pun mendengarnya. Dan benar feeling
bahwa yang ia (Zura) katakan adalah Yoori adik kelas waktu SMA.
“Oh kau
dengan Yongjae !!” Terdengar dari seberang telpon.
“Tempat
mana?”
“Aku akan
menyusulmu.”
“Oh ne,
aku akan segera kesana.” Berlari.
Toru pun segera mengikuti perempuan itu. Namun
sebelum mengikuti ia menolak dengan sopan ia meminta maaf kepada para fans yang
albumnya belum di tanda tangani oleh Toru. Toru berjanji akan mendatanginya di
kemudian hari saat Tour kembali.
Ia
mengikuti Zura. Ia tidak konfirmasi dulu kepada produser bahwa akan keluar
sebentar untuk menemui seseorang. Dan pada akhirnya beberapa crew meminta pihak lainnya untuk
menghubungi Toru setelah beberapa jam kemudian.
Kedai
Coffe seberang jalan Yokohama
“Haish.. Kau berada disini rupanya.” Merasa
kelelahan.
“Kau duduklah. Dan pesan yang kau inginkan.”
Seseorang mempersilahkan duduk.
“Auhh..” Melihat Yongjae dengan kesal.
“Ya.. Mengapa
kau mengajak Yoori buru-buru kembali. Kau itu memang sangat keras kepala. Kenapa
kau tidak memberikan ia kesempatan untuk berlibur dengan kebebasan yang ia
miliki.” Melotot.
“Jika kau ingin Yoori bahagia. Kau itu
membebaskannya bukan malah mengengkangnya!! Bukankah kau sudah berlebihan. Ini
yang di namakan manusia memanusiakan manusia. Kau benar manusia yang tidak
berperikemanusiaan!!” Nada keras dan sangat emosi.
“Hah.. Apa sih
yang kau bicarakan. Tidak seharusnya kau di tempat seperti ini berbicara
setinggi itu!! Ya.. kau ku beritahu tentang ini. Ini kisah asmaraku dengan
Yoori jadi kau berdiam sajalah jangan terlalu masuk kedalam dan ikut campur!!”
“Ah.. Kau benar-benar membuat moodku hilang
seketika.” Membuang muka.
Yoori yang berada disitu hanya diam dan tidak
ada lagi yang ingin ia bicarakan, karena ia merasa sangat malu karena tingkah
kekasihnya yang sudah keterlaluan itu.
“Yoori mari kita pergi. Aku benar-benar muak
dengan temanmu yang bahaya seperti ini.
“Sudah seperti janda mengomelnya.”
Hampir menarik Yoori. Namun Yoori sudah membacanya.
“Kau jika ingin pergi. pergilah sendiri, aku
hanya ingin sendiri tanpa kau ganggu.” Berbicara dengan suara lemas tanpa
melihat wajah Yongjae.
“Dan aku kira kau sudah berubah. Tapi
kenyataannya kau telah berbohong pada dirimu sendiri dan aku benci itu.”
“Sudahlah kau jangan pernah lagi menemuiku.”
Emosi naik.
Entah apa yang membuat Yoori merasa kuat
seperti itu. Zura yang mengetahui Yoori yang sabar dan tidak banyak bicara.
Tapi hari ini ia menyelesaikannya dengan baik.
Zura merasa hatinya ikut tersenyum dengan Yoori
yang keren seperti itu.
“O.. Jika itu maumu aku akan pergi. Segera
hubungi aku jika kau merasa sudah membaik.” Pergi.
Yoori hanya diam dan membiarkan semuanya
berlalu.
~
APARTEMEN ~
Yoori yang sedari tadi melihat bunga mawar
merah yang berada di atas meja belajarnya merasa gelisah dan menyesalinya. Entah
karena apa. Asumsi ia berpikir bukan tentang Yongjae. Ia berpikir tentang Toru
sonbaenya.
Dan saat ia ingin memflashback ia dikagetkan oleh bel dering yang tengah malam berbunyi.
Ia melihat Zura yang sedang tidur dengan pulasnya sambil memeluk boneka Anime Naruto.
Yoori ingin membangunkannya. Tapi Yoori merasa kasihan pada Zura yang tadi
sudah berlari menemuinya di kedai. Dengan tegas Yoori tetap menaikkan energinya,
agar berpikir tidak akan terjadi apa-apa. Yoori keluar dengan mengendap-endap
dan pelan. Menyalakan lampu ruang tengah dengan melihat jam.
“Haish … Benar-benar sudah malam.” Melihat jam.
“Tapi mengapa malam-malam seperti ini ada
seseorang yang ingin bertamu.”
“Ah.. Jangan-jangan…!” Mata melotot.
“Oh.. tidak-tidak.. tetap positif-positif kau
Yoori.” Mengelus-elus dada.
Dengan kekesalannya ia membuka perlahan dengan
sedikit takut.
Dan tiba-tiba hitam-hitam terlihat dan…..
“AAaaaa,,,,!! Melotot sangat ketakutan.
Seseorang membungkam mulutnya.
Seseorang melepaskan bungkamannya dan perlahan
mengajak Yoori duduk dan memberikan sebuah minuman segar “Pocari Sweat”.
Yoori
yang sedari tadi masih shok dan hanya
menunduk ketakutan. Namun di luar sini masih ramai dan masih banyak bus dan
mobil atau pejalan kaki yang masih lewat. Jadi seseorang yang membawa Yoori
berada dekat apartemennya tidak khawatir dengan keadaan seperti ini, karena
merasa masih aman.
“Kkk..KKaau sebenarnya siapa!” Masih ketakutan.
Tanganku merasa dingin sekali waktu itu.
“Mengapa kau berani seperti ini de..
de..denganku!! Sangat ketakutan.
“A..aapaa k..kk.kaau ingin menculiku! Bahkan aa..aa..aku
tak mengenalmu. Me..mee..ngapa kau seperti ini denganku.” Masih menunduk
ketakutan.
Seseorang yang sedari tadi melihatnya ketakutan
hanya ingin tertawa.
“Hiih…” Tersenyum kecil. Dan mencubit pipi
merahnya dengan kedua tangannya. “Ternyata Yoori-san masih sama seperti dulu.
Penakut hahaha..” Suaranya mulai meledak.
“Heeh !!” Reflek melihat ke arah seseorang itu.
Seseorang membuka maskernya.
“Kau sudah mengenaliku Yoori-san.” Tersenyum manis
sekali.
Entah apa yang membuatku terdiam dan tiba-tiba
airmataku menetes.
‘Bagaimana
ini bisa terjadi. Apakah ini yang dinamakan takdir yang mempertemukan kita diwaktu
yang sangat tepat.’
‘ Toru-Sonbae
kau memang belum berubah, senyumanmu yang manis itu memang belum berubah.’
‘Namun
apakah perasaanmu padaku masih ada ??’ Melihat Toru dengan mata sayu.
“Yoori!”
Melihat wajah Yoori yang tengah mengeluarkan airmata dengan derasnya.
“Kau menangis?” Memegang wajah Yoori dan
melihat wajah Yoori dengan dalam.
“Bagaimana kau bisa berada disini. Melihat
wajah Toru dan mulai marah.
“Dan kau tahu! Bagaimana aku sangat frustasi
saat kau pergi tanpa berpamitan padaku.”
Toru merasa bersalah.
“Dan kau sekarang datang dengan tiba-tiba.
Bagaimana kau melakukannya. Bagaimana kau bisa seperti ini padaku Toru!!”
Kembali menangis.
Tanpa berpikir panjang Toru segera memeluk
Yoori.
“Gomen
(maaf) Yoori-san. Aku minta maaf, karena aku pergi tanpa berpamitan denganmu. Aku
sangat menyesalinya. Sungguh! Di saat itu aku dengan bandku sudah di kontrak
oleh Management Amerika tahun lalu. Ia menjadi juri di sebuah festival,
lalu tanpa aku sadari dengan teman-temanku aku langsung menerima tawaran itu. Dan
dari situlah mengapa aku saking bahagianya impianku tercapai kau aku lupakan.”
Yoori masih menangis.
“Jujur aku sangat menyesalinya. Aku tidak bisa
menghubungimu, karena seluruh ponsel member dibawa oleh manager.”
Diam sejenak…..
“Dan kini aku ingin kembali untuk menebus semua
kesalahanku padamu…. Maukah kau menerimaku kembali?”
“Entah bagaimanapun. Aku tidak pernah menyukai
orang lain selain dirimu. Jadi aku tidak tahu. Aku merasa dua tahun ini, kau
berada disisiku. Walaupun aku canggung untuk mengemailmu. Dan aku hanya bisa melihatmu saat kau update di sosmed.
“Aku mengerti kau tengah berhubungan dengan Yongjae.”
Berhenti menangis dan mulai beranjak dari
pelukan Toru.
“Jangan dilepas dulu.” Memeluk Yoori lebih
erat. Aku benar merasaknnya Toru memelukku saat ini.
“Aku masih merindukanmu. Entah bagaimana aku
harus mengatakannya.”
Diam
sejenak…
“Aku…”
Menghela napas.
“Aku menyukaimu Yoori.”
Yoori kaget.
“Bagaimanapun nantinya, dan apapun yang terjadi
di masa depan. Aku tidak akan menyerah menunggumu.”
Yoori beranjak dari pelukan Toru dan melihat
Toru sejenak. Yoori masih tidak menyangka apakah benar yang sekarang di hadapan
Yoori benar Toru Yamashita, Toru-sonbae Senior SMA Yokohama?
“Kau benar Toru Sonbae?”
Tanpa berpikir panjang, tiba-tiba ciuman hangat
mendarat di bibir Yoori.
…………
Beberapa menit kemudian Yoori melepaskannya
tiba-tiba. Ia mengingat bahwa ia masih kekasih Yongjae.
“Ah.. Gomen. Kau segeralah kembali jangan sampai
ada yang melihatmu disini. Aku.. aku..aaa..ku tidak ingin fans-fansmu melihat
kau tengah bersama wanita biasa sepertiku. Kau segeralah kembali. Aku masuk
dulu. Kau hati-hati.” Masuk apartemen dengan tergesa-gesa.
Yoori teringat bahwa ia masih ada bunga mawar
yang ingin ia berikan pada Toru. entah bagaimana pun ia masih ingin melihatnya
sekali lagi.
‘Semoga
dengan cara ini aku bisa menerimanya sebagai sonbaeku lagi.’ Senyumnya
kembali hadir.
Belum lama jauh ia mengikuti Toru dari belakang.
Dan perlahan ia memanggil dengan pelan.
“Heii..
Ini untukmu.” Tersenyum ikhlas.
Aku memberikannya karena aku menyukainya
sebagai penggemar yang menyukai idolanya.
‘Bukan,
aku lebih dari sekedar fans.’
“Semoga kau menerima dan menyimpannya. Dan
mungkin, aku akan mempertimbangkan soal katamu tadi. Gomen. Aku tadi merasa
sangat marah denganmu. Tapi sebaiknya kau harus kembali lebih awal dulu. Nanti
jika sudah sampai kau kirim email
untukku. Emailku tidak berubah.” Tersenyum.
“Ye, aku akan kirim email untukmu. Kau jaga diri baik-baik.” Mengusap rambut Yoori dengan
tersenyum. Yoori pun membalas senyumannya. Lalu Toru pergi.
Yoori masih teringat kejadian yang baru saja
terjadi, ia benar-benar belum percaya jika yang datang tadi adalah Toru
Sonbaenya. Dengan bibir brkomat-kamit, ia tersadar telah lewat jam 03:45.
‘Hah!’ Melotot.
‘Sudah
hampir subuh.’
Kling…..
Email masuk.
Zura terbangun.
Dengan memaksakan diri untuk bangun, Zura kemudian
melihat Yoori yang tengah smembalas
email.
“Heii.. Ya! Kau belum tidur?
“Oh..!” Agak kaget. Dan melihat Zura yang
tengah menggaruk-garuk rambutnya.
“Hehe.. Kau terbangun karena suara emailku?”
“Ah.. mianhe (maafkan aku) Zura-san.”
“Ah tidak aku harus pergi untuk olah raga. Karena
aku minggu depan akan mengikuti lari maraton.”
“Heh.. Kau mengikutinya! Kaget.
“Ye, wae (kenapa)?”
“Ah.. Tidak apa-apa. Hanya saja aku iri padamu.
Kau mempunyai badan yang benar-benar atletik.”
“Haiish.. Kau meledekku ya!” Melemparkan bantal
ke wajah Yoori.
Mereka berdua saling berpandangan dan kemudia
mereka tertawa bersama. Hahaha….
“Ok! Aku akan bersiap-siap. Kau tidurlah
sebentar.” Pergi.
“Ye,..” Kemudian melihat ponsel.
*Aku
akan menemuimu dua hari lagi. Aku ingin bicara lama denganmu. Bisakah kau
meluangkan waktu untukku Yoori-san?* Toru_10969@yahoo.com
*Ye.
Aku akan melihat scheduleku dulu. Jika ada waktu luang mari kita bicara.*
Tersenyum manis saat menekan tombol send.
Toru yang mendapat balasan dari Yoori dan
membacanya seakan mereka tengah mendapatkan kedekatan mereka kembali.
Kling……
Email kembali masuk.
*Apakah
kau sudah sampai?* Toru tersenyum manis sekali :D
*Ye.
Aku sudah sampai di apartemen yang berada di Yokohama. Kau menghawatirkanku ??*
Dibalik ponselnya Toru hanya tertawa.
*Tidak..
Mengapa aku menghawatirkanmu??* Dengan wajah memerah.
*Haha…
Begitukah? Namun saat aku membacanya, kau menuliskan seperti ini “Ya aku
menghawatirkanmu”#emoticrofle.*
Yoori kembali mengecek pesan yang baru saja ia
kirimkan ke Toru.
“Dimana aku menuliskan kalau aku
menghawatirkannya. Huh,,.. Mengapa ia selalu menjahiliku.”
*Dasar
kau.. Selalu begitu padaku!! #emotickesal.*
*Hahaha…
Nampaknya kau terlalu terbawa perasaan ya. Ataukah kau masih menyukaiku ??
Hahaha…#emoticrofle* Toru
tertawa dengan keras.
*Ya,,!!
Ya,,!! Siapa !! Tidak..!! Kau istirahatlah. Aku juga ingin tidur. Cerita saja
saat bertemu, oke. Ohayou Toru-Sonbae. #emoticsmile #emoticeheart.*
Yooripun tersenyum manis sekali dibalik layar ponselnya :D.
Toru yang usai membacanya, tersenyum mengingat
bagaimana saat mereka dulu pernah merasa dekat dan bahkan sangat lebih dari
dekat. Mereka bahagia saat mereka jalan bersama, olahraga tiap subuh bersama,
dan latihan gitar bersama. Toru mengingatnya seakan ingin meneteskan airmata
karena Yoori telah bersama dengan yang lain. Namun tekat Toru untuk memiliki
Yoori tidak akan pernah patah di tengah jalan. Toru mengira Yongjae adalah
lelaki bajingan untuk Yoori. Bagaimanapun Toru ingin Yoori dalam lindungannya.
“Bunga ini….”
~FLASHBACK~
SAAT
MELIHAT BUNGA YANG DIBERIKAN OLEH YOORI~
Usai Festival Musim Panas, Yoori mencari-cari
Toru yang sedari tadi ia tidak keluar dan tidak menghubunginya. Namun saat
tengah berjalan seorang perempuan memanggil Yoori.
“Yoori kau akan pulang?”
“Ne, wae (kenapa)?
“Seseorang mencarimu, ia berada di taman dekat
area ini. Segeralah menemuinya.
“Oh, ne. Arigato gozaimasu.” Memberi salam.
Yooripun berjalan menuju tempat yang sudah di
beritahu oleh seorang perempuan tadi. Tetap saja Yoori terus melihat ponselnya
karena ia berharap kalau Toru-sonbae akan menghubunginya. Pada saat Yoori
melihat sekeliling, saat itu juga Yoori terfokus dengan lelaki yang menggunakan
jaket hitam dan rambut dengan agak keblonde-blondean yang duduk di dekat pohon
sakura itu, dengan memegangi gitarnya.
‘Apa itu
Toru Sonbae??’
Tiba-tiba Toru pun sudah membalikkan wajahnya
ke arah Yoori, sebelum Yoori memanggil. Yoori melihat Toru dengan melotot
karena benar-benar kaget.
Entah bagaimana ia tahu kalau batinku berkata dia
adalah Toru-sonbae.
Toru tersenyum dari kejauhan. Dan perlahan Yoori
menuju tempat yang Toru duduki. Hampir sedikit sampai di tempat yang Toru
duduki. Seseorang datang menghalangi Yoori.
“Yoori-san. Kau ingin kemana. bukankah kau
harus pulang hari ini denganku?” mencoba menghalangi.
Yoori
yang mencoba trus melihat Toru akhirnya menyerah karena Yongjae tengah
membuatnya kesal.
“Hei.. Kau melihat apa.” Melihat pandangan
Yoori yang tertuju ke seseorang.
Yongjae pun mengikuti kearah yang dilihat oleh
Yoori. Toru yang masih berada di dekat pohon itu melihat Yoori dengan Yongjae
yang berbincang-bincang berdiri sejak lima menit tadi.
“Oh.. Toru.
Kembali melihat Yoori.
Yoori hanya diam dan kesal atas perbuatan
Yongjae yang semakin hari, semakin
memuakkan.
“Hei.. Bunga ini untuk siapa? Untukku kah? Melihat
bunga yang ada dalam genggaman Yoori.
Yooripun langsung memberikan membuang bunga
itu kepadanya dan ia pergi.
“Ya..!! Yoori,, ya!! Memanggil Yoori dengan
berteriak karena Yoori sudah jauh dalam jangkauannya.
Karena Yoori merasa kesal dan untuk apa bicara panjang
lebar kalau si lelaki bajingan itu tidak akan pernah mengerti dirinya. Toru
yang berada disitu akhirnya berdiri dan mengejar Yoori, namun dihalangi oleh Yongjae.
“Kau jangan mencoba untuk mengejar Yoori. Dia
kekasihku bukan kekasihmu!!” Pergi.
Mendengar perkataan Yongjae yang seperti itu
Toru pun terdiam dan tidak melanjutkan perjalanannya.
Seorang laki-laki datang menghampiri Toru.
“Hey.. Hey.. Hey.. Hyung (kakak/senior) sedang
apa kau disini. Kembalilah ke aula. Kau belum makan kan?” Merangkul pundak Toru.
Toru membalikkan wajahnya kearah seorang lelaki
yang tengah merangkul bahunya itu.
“Huuh,,,” Menghela napas panjang.
“Ryota. Apakah menurutmu seseorang yang
dicintai, apakah harus selalu diperjuangkan?”
Ryota kaget. Melihat Toru tajam.
“Hee.. !!
Toru membalas pandangannya kepada Ryota.
“Entahlah,, namun jika aku sudah benar
mencintai seorang wanita. Aku akan mengatakkannya tanpa terlambat. Dan aku
harus mendengarkan jawaban dalam detik itu juga, sebelum hati terasa sakit saat
lama tak ada jawaban, namun jawaban tersebut tetap berkata zonk. Setidaknya jika kau menyukai seseorang katakanlah terus
terang dan jujurlah tanpa kau membohongi dirimu sendiri hyung.
Toru yang mendengar kata-kata dari Ryota
memahami satu persatu arti dari semuanya. Dan bagaimanapun Toru termotivasi
untuk tidak membuat semuanya rumit.
“Baik aku harus mengatakannya segera.”
Ryota yang melihat Toru hanya mengkerutkan
dahinya.
“Yasudah mari kita makan.” Merangkul Toru.
“Hemm..” Membalas rangkulan dari Ryota lalu
pergi bersama.
SMA
YOKOHAMA
~KANTIN~
10:12 am
Dengan wajah yang tampak murung dan lesu. Yoori
hanya membolak balikkan makanannya yang telah di pesan 10 menit yang lalu. Dengan
memikirkan hal kemarin yang telah terjadi.
Dia selalu memikirkan bagaimana bisa bunga yang
seharusnya ia berikan untuk Toru-sonbae harus di berikan kepada Yongjae yang
benar-benar kurang ajar itu.
‘Ahhish….
Mengapa tiba-tiba aku merasa pusing.’ Memegangi kepalanya dengan menunduk.
Kemudian Yoori kembali membolak balikkan
makanannya. Daging yang padat, entah bagaimana saat itu sudah hancur menjadi
lembut.
Seorang
laki-laki datang. Kemudian duduk. Lalu mentempeleng kepala Yoori yang sedang
asik bermain dengan makanannya.
“Aishh… “
Wajah penasaran.
Yoori yang melihat
dengan mata seperti mabuk, dan kemudian berlalu
“Ya.. Ya,ya. Begitukah
sifat aslimu!!
Yoori melihat
kembali wajah seorang laki-laki itu.
“Kenapa
menatap tajam seperti itu ??”
“Tidak. Aku
merasa agak pusing sonbae.” Suara Melemas.
“Bagaimana kau
tidak pusing, kau tidak memakan makananmu.”
Toru sonbae
telah menyendokkan makanannya dan menyuapkan ke Yoori.
“Cepat makan…
Aaaa. Tolong buka mulutmu??”
Yoori hanya
melemas dan tiba-tiba Yoori pingsan.
“Yoori..
Yoori…. Haish… Mengapa tiba-tiba…”
Toru pun segera membawa Yoori ke ruang UKS
untuk diperiksa.
“Ah.. Kau
ternyata berat juga.” Membopong Yoori.
RUANG UKS.
Toru yang
menunggu sudah hampir 10 menit itu merasa khawatir akan terjadi apa-apa dengan
Yoori. Setelah diperiksa. Toru segera masuk ke dalam ruangan untuk melihat
keadaan Yoori. Di sana Toru terlihat begitu menghawatirkan keadaan Yoori yang
belum sadar.
“Aku mohon, kau sadarlah Yoori.” Memegangi
tangan kiri Yoori.
Toru terlalu
cemas dan sudah hampir lama menunggu Yoori. Tiba dikagetkan oleh seseorang yang
datang dengan nada tingginya.
“Ya.. Haish
kau minggir!!.” Tangan Yoori terlepas dari genggaman Toru.
“Apa yang kau
lakukan dengan Yoori-ku. mengapa ia pingsan seperti ini.” Emosinya meningkat.
Toru merasa
terganggu dengan nada bicara laki-laki itu.
“Yongjae.
Ikutlah denganku.” Melihat laki-laki itu tajam.
“Aku ingin
bicara empat mata padamu.”
Yongjae
mengikutinya.
Depan Ruang UKS
“Apa yang sebenarnya
kau ingin bicarakan.” Nada kesal.
“Yongjae!
Bisakah kau bicara pelan sedikit ??” Menatap Yongjae tajam.
“Ya,, kau
memangnya siapa! Kau tidak punya hak untuk mengaturku.” Balas tatapan tajam.
“Apakah Yoori
akan menerimamu jika kau seperti ini.”
“Kau tau! Mencintai
itu bukan merusak atau menyakiti. Namun mencintai untuk melindungi dan
menyayangi.”
Diam
sejenak……….
“Kau yakin menyayanginya?
Bukankah ia akan tersiksa jika kelakuanmu melebihi amatir!”
Wajah Yongjae
terlihat agak ingin memberontak setelah mendengar kata amatir.
“Ku peringatkan
sekali lagi. Jika kau benar menyukainya jaga dia dengan baik. Dan jika tidak! Aku
tidak akan pernah melepaskan ia jatuh ke tanganmu.” Pergi.
“Haiish…
benar- benar menjengkelkan. Memangnya kau siapa! Kesal.
Tak terduga
Yoori telah mendengarkan percakapan Yongjae dengan Toru dibalik pintu ruang
rawat yang ia tepati. Dibalik pintu yang using, ia mendengarkan semua yang diucapkan
oleh Toru yang hampir ia tidak menyadarinya. Bahwa Toru memiliki perasaan yang
dalam untuk Yoori. Hingga menetes airmata yang terkadang ingin mengungkapkannya.
Namun Yoori tersadar ada seseorang yang mendekati Toru dari belakang.
Setelah
mendengarkan Yongjae nampak akan masuk ke dalam ruang rawat, sesegera Yoori
berbaring dan memejamkan matanya.
Kreeeeeek….
pintu terbuka.
Yongjae
melihat dengan tatapan mata yang pasrah. Karena hal yang sudah dikatakan oleh
Toru membuatnya semakin ingin dan ingin memiliki Yoori. Lama memandangi Yoori,
akhirnya Yoori pun membuka matanya perlahan. Yongjae merasa kaget dan senang
Yoori telah sadar.
“Yoori.. K-kau
sudah sadar, syukurlah…. Memegang tangan kiri Yoori.
“Hmm.. Aku
dimana?” Suara melemas.
“Aaa.. Kau ada
diruang rawat. Kau tadi sempat pingsan. Ada yang terluka? hmm..” Sangat
khawatir.
Yoori beranjak
untuk bangun.
“Ah tidak ada,
sedikit pusing.” Memegangi kepalanya.
“Kau ingin
keluar, mari kubantu.” Yoori hanya mengangguk.
Yoori tiba di
kelas. Masih dengan menundukkan kepalanya bertumpu di meja. Setelah beberapa
menit kemudian. Jam sudah menunjukkan waktu 12:30. Pelajaran usai dan Yoori pun
bergegas untuk pulang.
Masih agak
pusing.
Saat di
gerbang.
Drreettt..dreeett..drrettt..dreeet..
Ponsel Yoori
berbunyi menandakan ada email masuk untuk di terima.
“Sano!”
Membuka email.
*Kau tidak apa-apa pulang sendiri? Aku ada
latihan untuk acara besok. Pulanglah dengan hati-hati. Nanti aku telvon setelah
latihanku selesai.* Yoyjae96@yahoo.com
Yoori hanya
membacanya dan mulai berjalan kembali untuk pulang.
Dreeeettt…dreeettt.drreeett…drereettt.
“Haisshh… siapa lagi.”
Mengaktifkan power
ponselnya dan terlihat di notifikasi….
‘Toru-sonbae.’
Ia cepat
membukannya.
*Jangan cemberut seperti itu. Lihatlah
kebelakang.*
Dengan cepat
Yoori pun berbalik arah ke belakang. Yoori pun nampak terlihat sangat manis. Ia
tersenyum dengan apa adanya natural dan sangat sangat memuaskan untuk di
pandang. Ibarat mawar harumnya sangat mewangi untuk di petik.
“Toru-
sonbae…” Tersenyum.
Melihat Toru
yang berada di dekat jangkauannya ia merasa kegirangan. Toru yang nampak
tersenyum manis, Yoori merasa tingkahnya sangat aneh sekali. Entah bagaimana
perasaan itu. Dan tiba-tiba rasa pusing telah berhenti. Hati Yoori kembali
bersemangat melihat senyum manis yang menghias wajah Toru. Yoori yang berada di
situ hanya berdiri dan entah ingin berbuat apa. Pikirannya sangat bingung, malu
dan campur aduk.
“Kau sudah
baikkan ? Toru mendekati Yoori.
Aku hanya
mengangguk dengan tersenyum malu.
“Syukurlah
kalau begitu.”
“Ehmm.. Apakah
kau Ingin pergi denganku??” Sedikit canggung.
Yoori tetap
saja tidak bisa berkata apa-apa dia hanya mengangguk seperti tadi.
“Kenapa kau
hanya mengangguk-angguk saja?”
Mereka saling
lirik melirik dan pada akhirnya mereka tertawa bersama.
Aku hanya
berharap bisa berlama-lama dengan Toru-sonbae. Entah apa yang aku pikirkan pada
saat itu, Namun aku sangat ingin bersama Toru-sonbae. Tapi aku benar-benar tersadar
kalau Toru sonbae sudah dengan yang lain.
Bersamanya
membuat Yoori mengalami kemajuan untuk benar-benar menjadi diri sendiri.
Banyak hal
yang ingin ia lakukan dengan Toru-sonbaenya.
‘Akankah Toru-sonbae juga begitu padaku ??’
Memandang Toru
dengan perlahan.
Toru pun membalas
Yoori dengan tersenyum.
Yoori yang ketahuan
memandangi wajahnya, menjadi memerah dan entah ia bertingkah aneh lagi.
“Eh..
Toru-sonbae,,,” Terpotong oleh seorang perempuan.
Seorang
perempuan datang dari arah yang tak terduga. Dan perempuan itu membuyarkan
semua pikiran Yoori. Padahal ada hal penting yang ingin dikatakan oleh Yoori.
“Eh Toru-kun,
Sibukkah kau nanti malam?
“Akan kulihat
dulu scheduleku.
“Ok. Kau harus
mengabariku nanti.”
Toru hanya
mengangguk.
Perempuan itu
kemudian pergi.
Yoori yang melihat adegan seperti
tadi hanya diam dan berpikiran positif saja.
~SAMPAI DI TAMAN SANKAKU~
Mereka duduk
dengan menghela napas panjang. Hembusan angin yang menerpa mereka berdua. Membuat
mereka semakin ingin berbicara panjang.
“Aaa.. Aku
akan memesan minuman dulu, kau tetap disini.”
Yoori hanya
mengangguk
‘Mengapa perasaanku tak tentu seperti ini. Bukankah
perempuan itu yang sempat digosipkan dekat dengan Toru sonbae beberapa bulan
lalu. Lalu mengapa aku harus cemburu. Jika mereka hanya berteman itu alasan
yang masuk akal.’
‘Haruskah aku menannyakan ini pada
Toru-sonbae?’
‘Haish.. Mengapa kau bodoh ingin menanyakan
seperti ini. Kau kira akan berhasil jika kau mengatakan ini.’
‘Benar-benar,, lebih baik aku diam, biarkan
Toru sonbae yang mengatakannya sendiri.’
“Hah… iya, sebagai wanita aku lebih baik
menunggu.” Menghela napasnya.
Tiba-tiba ia
melihat anak kecil yang jatuh tepat di depannya.
“Akh..
Hihihi…. Anak itu menangis.
“Oh..” Menolongnya.
“Hemm.. Apakah
kau baik-baik saja.” Menatap mata anak itu dengan dalam-dalam.
Anak itu tetap
menangis.
“Ah.. Kau
kasihan sekali. Dimana orang tuamu?” Mengusap-usap rambutnya.
Tanpa disadari
Toru yang melihat dari kejauhan merasa sangat senang. Karena Yoori begitu suka
juga dengan anak kecil. Toru mulai mendekati Yoori dan memberikannya anak itu
permen.
“Ini untukmu
adik kecil.. Kau jangan menangis lagi ya.”
Adik itu
menerima permen dari Toru.
“Haissh.. Anak
pintar.” Dengan mengusa-usap rambutnya.
Yoori melihat
dengan tersenyum dalam hati.
“Ini untukmu
Yoori.” Memberikan minuman kepada Yoori.
“Terimakasih
sonbae.” Menerima sambil tersenyum.
Toru kembali
duduk dan menanyakan dari mana asal anak itu.
“Mengapa dia
bisa ada denganmu ?
“Dia baru saja
mengalami kecelakaan, saat ia berlari. Entah ia ingin kemana, namun ia jatuh
tepat dihadapanku. Aku langsung membantunya dan menggendongnya. Sudah hampir 25
menit tidak ada yang mencarinya. Mungkin rumahnya sekitar sini kali ya?”
“Oh.. Begitu.”
“Kau menyukai
anak kecil ternyata.” Melihat Yoori sambil tersenyum.
“Ah…Haha..
Tidak juga!! Ini hanya kebetulan saja.” Membalas senyuman.
Hati Yoori
kembali berdegub kenacang.
“Begitukah…”
Tersenyum kepada Yoori. Dan sangat manis sekali. Terlihat gigi kelincinya.
Ah kudu nyipok ae loh wkwkwk
Yoori hanya
megangguk dan kembali tersenyum.
“Ah..! Orang
tuamu dimana?”
Anak kecil itu
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan memakan permen pemberian Toru.
“Ah.. apakah
dia tidak ingat. Lalu bagaimana ini. Apakah kita harus menunggu sampai 24 jam?
Agar orang tuanya datang ke sini untuk mencarinya.
“Ya. Aku
setuju denganmu.
Dan tanpa
mereka sadari anak itu tertidur pulas dengan memegangi permen yang berada di
tangan kanannya. Yoori pun tengah membersihkan bibirnya yang celemotan dengan
permen yang berwarna-warni itu lollipop.
“Ah.. Dia
tertidur dengan tersenyum. Waah manis sekali.” Tersenyum memandangi anak kecil
itu. Lalu Yoori mempuk-puk pantat anak kecil yang mungil itu.
Toru yang
melihat itu hanya tersenyum. Karena baginya melihat Yoori tersenyum sudah
mencukupkan hatinya terasa nyaman.
“Dia tampan
sekali. Seperti aku waktu kecil.” Melihat anak kecil itu dengan berhayal ke
masa lalu.
“Haha..” Yoori
tertawa kecil.
“Kau sungguh
lucu. Mengapa kau sepede itu. Kau itu
tidak tampan sonbae. :D” Meledek dengan tertawa kecil lagi.
“Haiish.. Kau
sangat menyebalkan Yoori.”
Yoori masih
tertawa kecil.
“Oh,,” Melihat
jam.
“Mengapa
hampir sore?” Mengkerutkan dahinya.
“Kau ada janji?”
Melihat Toru dengan penasaran.
“Entahlah… Namun
aku ingin menunggumu menjaga anak ini.”
“Huuuh…..”
Yoori terlihat menghela napas panjang.
“Kau kenapa? Asma
?”
“Haishh,..
Dasar kau!!
Toru tertawa
meledek.
“Ya.. Kau
pelan-pelan.” Memperingatkan Toru.
“Hehehe…
Maafkan aku Yoori. Bukankah aku lucu?” Tertawa kecil.
“Tidak! Kau
tidak lucu sama sekali.” Mengelus-ngelus anak kecil itu.
“Yoori. Kau jangan
salah paham tentang perempuan tadi yang menemuiku. Hanya saja, ia sekelas
denganku.”
“Salah paham? Maksudmu?”
“Ya terserah
kau Toru—sonbae, aku juga tak ada hak untuk tidak mengizinkanmu dengan yang
lain.”
“Memangnya
siapa aku ?” Muka memerah tegang.
“Benarkah kau
tak keberatan? Bukannya kau suka padaku?” Melihat Yoori yang menundukkan
kepalanya.
“YA!!!”
Melihat wajah Toru.
Anak kecil
dalam pangkuan Yoori terbangun.
“Aih.. Semua
ini gara-gara kau Toru-sonbae.”
“Ah.. Dia
menangis lagi. Bagaimana ini.” Mulai Menggendong. Berdiri lalu pergi.
“Ah maafkan
aku Yoori. Lalu kau akan membawa anak ini pergi kemana?” Mengikuti Yoori.
Entah akan dibawa
kemana anak itu, karena sedari tadi tidak ada satu pun gerak gerik orang tua anak
ini mencari keberadaannya. Dengan berjalan kaki sepanjang jalan yang hampir
sepi mereka bergantian untuk menggendong anak kecil itu yang sedang tertidur
pulas sejak perjalanan tadi.
“Toru sonbae ?”
“Hmm,,,” Toru
menjawab.
“Bukannya kau
ada janji malam ini. Kau pergilah. Biarkan aku menjaga anak ini. Sisanya besok
kita urus lagi.”
“Ah..
Sebentar.” Mengambil ponsel dari saku celana kanannya.
“Ini…”
Memberikan ponsel kepada Yoori.
“U-Untuk apa!”
Merasa kebingungan.
“Kau kirimkan
email untuk Mizuki. Bilang padanya kalau malam ini aku sibuk latihan dengan
teman-teman.”
“Tapi…”
“Sudahlah kau
tulis saja lalu kirimkan.” Toru memotong pembicaraan.
Yoori hanya
mengangguk.
Selesai mengirimkan
email.
“Ini..”
Mengembalikan ponsel kepada Toru.
“Kau tidak
kelelahan.”
Yoori hanya
menggeleng-geleng.
“Berikan
padaku, aku akan menggendongnya.”
“Biarkan aku
saja Toru…..!!!” Berontak.
“Apa!.. Kau
memanggilku dengan sebutan apa?” Memandang wajah Yoori tajam.
“Toru!” Merasa
kesal.
Menatap Toru
tajam.
“Ya! Kau
kenapa?”
“Ah jangan
tanya aku. Aku ingin menggendongnya lebih.”
“Ah.. Kau
sudahlah. Tanganmu terlihat kecil akan lelah jika kau memaksakannya.”
Yoori hanya diam.
Lalu memberikan anak kepada Toru.
‘Songong banget nih anak.’ Dengan
kesal Yoori mengikuti Toru dari belakang.
~ SAMPAI DI DEPAN KONTRAKKAN YOORI~
Tanpa disadari
semua kami berdua pun telah sampai di depan kontrakkanku. Begitu kuat
menggendong anak kecil tampan itu. Kagumku selalu meracuni pikirku. ‘Ah…. apa-apaan sih.’
“Ah.. Sudah sampai.” Menghela napas.
“Baiklah.
Dimana tempat tidurmu?” Masih menggendong anak kecil tampan itu.
“Yah.. Cukup
sampai disini saja. Biarkan aku yang menggendongnya sampai ke kamarku.”
“Tanganmu
terlalu kecil. Jadi ku pastikan anak ini sampai di tempat tidurmu.”
“Hah! Kau
rupanya tak percaya padaku sunbae.”
Balasnya
dengan tersenyum.
‘Hmmm… Bukan hal yang tepat kau tersenyum
manis seperti itu.’
Setelah
selesai membopong anak kecil tampan ke dalam kamar Yoori yang serba warna pink
itu. Toru kagum dan merasa penasaran dengan warna yang ia sukai. Begitu banyak
benda-benda unik di dalamnya. Toru merasa terjebak dalam dimensi yang serba
pink.
“Haish.. Sungguh
kekanak-kanakkan sekali.”
Kemudian Toru
terhipnotis oleh lukisan bunga mawar yang indah dan natural sekali seperti nyata.
Namun entah abstrak. Ia melihat dan sesekali memegangnya, membuat Toru makin
penasaran dengan Yoori.
“Yaa.. Kau!!
Jangan pegang lukisanku. Tanganmu tidak pantas memegangnya,
Toru
melepaskan pegangannya dari lukisan itu dan merasa sangat kecewa mendengar perkataan
dari Yoori yang kasar.
“Kau,
pantasnya hanya boleh memegang gitar dan memainkannya. Bukan lukisanku yang
kotor.”
Toru merasa
menyesal telah kecewa dengan Yoori sebelum konteks yang kemudian muncul.
“Ya.. Haha… Mengapa
kau bicara seperti itu padaku. Aku hanya saja kagum. Kau yang melukisnya?”
Mendekati Yoori penuh perasaan.
“Ah.. Kau
hanya akan membangunkan anak kecil itu, ayo kita bicara di luar saja.” Ajakku
dengan menggandeng tangan Toru.
~ DI RUANG TAMU ~
“Ini untukmu..”
Memberikan jus jeruk dan kemudian duduk.
Toru tetap
melihat-lihat dan kemudian duduk.
“Kau sendirian
disini?” Tanyanya dengan meminum jus jeruk tersebut.
Yoori hanya
mengangguk dan juga meminum jus jeruk.
diam
sejenak…………………….
“Ah.. Ini
sudah malam. Kau harus pulang.” Nada tinggi.
“Mengapa kau
tiba-tiba mengusirku? Kau tak ingin melihatku lebih lama.
“Haish.. Kau benar-benar
membuatku frustasi. Sana cepat pergi.” Nada kesal.
“Ah.. Baiklah
aku akan pergi. Tapi aku akan meminum ini dulu.” Kembali meminum jus jeruknya.
‘Nampaknya ia sangat kehausan.’ Melihat Toru
yang sedang meminum jusnya.
“Ah.. Kau
jangan lupa untuk mengirimkan email. Beritahu aku secepatnya tentang perkembangan
anak kecil itu.” Pintanya tegas.
Yoori
mengangguk dengan tersenyum.
Kemudian Toru
pergi dengan senyum yang sangat manis pula.
~ END FLASHBACK~
Lama
menjelajahi masa lalu Toru pun lelah dan tertidur pulas, namun di sisi lain
Yoori pun ternyata juga sama, memikirkan dan memutar masa dulu bersama Toru. Entah
bagaimanapun mereka terlihat dekat dengan kebatinnannya masing-masing. Yoori,
lama menginginkan kembali rasa bahagianya saat pertama melihat dan bertemu
dengan Toru. Saat ia tidak bertemu dengan Toru dan entah bagaimana ia tidak
mengetahui bagaimana Toru sudah sesukses ini. Ia hanya selalu menghayal dan
memutar masa lalunya dengan Toru saat masih di sekolah menengah atas bersama. Kenangan
demi kenangan tersimpan rapi. Yoori mengatakan bahwa hanya Torulah pangeran
yang ia impikan selama ini. Namun entahlah, mungkin memiliki Toru sonbae hanya
sebatas mimpi. Gumamnya dalam hati saat itu.
***
Terimakasih
telah meluangkan waktunya untuk cerita abal-abalku dan sangat amatiran ini. J
PLEASE VOTE AND COMENT !!!
KARENA
DUKUNGAN KALIANLAH AKU BISA MELANJUTKAN!!! ^V^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar