Sabtu malam ku sendiri
Tiada kekasih yang menemani
Karena ku setiap mengingat dia
Dada ini selalu terasa sesak
Tiada kekasih yang menemani
Karena ku setiap mengingat dia
Dada ini selalu terasa sesak
Rindu ini, candu ini sangat menggebu
Rasanya ingin melompat dari ketinggian gunung
Suara lirih bersemayam di telinga
Ah.. Ternyata nyamuk yang hempas cari sensasi
Rasanya ingin melompat dari ketinggian gunung
Suara lirih bersemayam di telinga
Ah.. Ternyata nyamuk yang hempas cari sensasi
Hari ini seperti biasa
Aku menangis merindukan sosoknya
Yang punyai senyuman manis di bibir merahnya itu
Aku menangis merindukan sosoknya
Yang punyai senyuman manis di bibir merahnya itu
Mata sipit, dan sifat yang kaku
Namun semuanya, aku merindukan
Tangisanku tak kunjung keluar
Hanya sesak didada
Tertahan diasana
Hanya sesak didada
Tertahan diasana
Tuhan...
Jangan pernah kau biarkan aku lemah karenanya
Aku harus kuat melawan semua ini
Jangan pernah kau biarkan aku lemah karenanya
Aku harus kuat melawan semua ini
Hubungan jarak jauh telah kita lewati selama 3 tahun
Bukankah semua sudah wajar ?
Rindu menyiksa !
Bukankah semua sudah wajar ?
Rindu menyiksa !
Biarlah semuanya berjalan dengan derasnya hujan malam ini
Kau tak usah ragu dengan keputusan-Nya
Karena semua masalah pasti ada solusi
Kau tak usah ragu dengan keputusan-Nya
Karena semua masalah pasti ada solusi
Bait, sajak, syair semua menguatkanku untuk menulis sebuah makna untuk kau kekasih
Jangan lama-lama tidak mengabariku
Aku tau kau tak sanggup aku menangis dan menunggu
Namun,bagaimana lagi ?
Ini sudah perjalanan
Jangan lama-lama tidak mengabariku
Aku tau kau tak sanggup aku menangis dan menunggu
Namun,bagaimana lagi ?
Ini sudah perjalanan
Bersyukurlah...
Semoga rinduku terobati
Setelah membaca pesan darimu yang lama dan selalu aku simpan
Setelah membaca pesan darimu yang lama dan selalu aku simpan
Terimakasih Dodik Pratama "Peng"
21:11sabtu malam yang dingin meronta dahaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar