Buset deh lagi-lagi aku berinsomnia kembali. Dasar kopi ini sangat menjengkelkan buatku. Hah... Aku takkan meminummu lagi saat malam, membayangkannya saja aku hampir terlelap dengan goyah, dasar kau kopi malam tanpa permisi.
Malam ini ku sendiri lagi dengan di temani oleh kedua boneka yang menyeramkan buatku khususnya. Sejenak menguap-uap namun saja tidak mengedipkan mata ( berusaha ingin sekuat tenaga untuk tertidur).
Dahulu terasa indah, tak ingin lupakan. Saat-saat bermanja bersama game-ku yang dulu menemaniku insomnia sampai terlelap itu, aku merindukannya. Gegara memori tidak cukup hanya berisi 2 GB saja, itu belum cukup buatku. Ah ... Aku harus bersyukur. Namun, tiada lagi yang harus ku bicarakan selain merindukan orang yang ku sayang. HAHAHA (suaraku meledak pada saat itu, jangan hiraukan aku tidak akan seperti itu, malam-malam seperti ini, mana aku berani berteriak-teriak, yang ada co-pong mendengar) suuussttt silent please guys... :D
Bolehkah aku bersajak ?
Namun pasti ngelantur. Karena aku merasa mataku sepertinya sudah mulai menguap juga :D
Namun pasti ngelantur. Karena aku merasa mataku sepertinya sudah mulai menguap juga :D
Oke jangan gaduh rinduku belum tersampaikan ya, ih apaan sih wkwk
Judulnya Insomnia kembali atau kembali berinsomnia wkwk gendeng nih orang di konsikan yak wkwk
Dalam gelap malam ini
Subuh hampir menghampiri
Aku merasa ini letih perih lirih
Namun bukan....
Subuh hampir menghampiri
Aku merasa ini letih perih lirih
Namun bukan....
Sejenak kembali membuka mata lebar-lebar
Dunia masih malam
Rinduku pun tak terselamatkan
Kasih ... Kau dengar itu ?
Dunia masih malam
Rinduku pun tak terselamatkan
Kasih ... Kau dengar itu ?
Lagu yang aku ciptakan telah ku ungkapkan kepadamu
Hanya kepadamu...
Rindu ini menyesakkan dada
Dahaga larut dalam semilir angin yang menerpa
Entah kabut berlarian kemana
Dahaga larut dalam semilir angin yang menerpa
Entah kabut berlarian kemana
Sesosok wanita keras kepala sedang menunggu senja
Namun masih lama
Ya. Lama sekali
Rindu menyiksa, gaduh tak henti-hentinya
Memekik leher hingga sesak dalam jiwa
Memekik leher hingga sesak dalam jiwa
Alunan musik kelasik nampak lelet
Gegara kau melepasnya
Rindu takkan terobati jika kau masih berdiam diri
Ah... Sudahlah aku tak ingin mendengar janji-janji manis
Karena aku bukan teh
Karena aku bukan teh
Aku tak ingin kau beralasan
Karena aku butuh kepastian
Tapi...Aku tak ingin kau pergi
Sebab rasaku masih disini
Kan... Ngelantur kan. Haduh sudahlah jangan memaksaku untuk menentang rindu karena rindu tidak selalu dan tak seharusnya terobati dan tersampaikan
Ajak rindu untuk saling mendoakan.
Ajak rindu untuk saling mendoakan.
00:34 Terimakasih kasih sampai saat ini aku masih menyayangimu (Mas D)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar