Senin, 07 November 2016

MIMPI ITU KEMBALI HADIR “ Harusnya Ku Katakan”



Mentari memberi kesan kepadaku untuk hari ini. Ia menyapa perlahan seakan aku tidak terbangun dari tidurku. Namun, sang ibu telah membangunkanku sejak dari tadi namun aku hanya tidak mendengarkannya karena aku merasa mimpi ini lain. Iya… aku bermimpi ia kembali, dua tahun yang lalu. Hah… ~bodoh sekali, kenapa harus kembali lagi~. Aku sangat berharap kau itu sudah tiada lagi dalam kehidupanku. Aku hanya muak jika kau terus perlahan mampir dalam mimpiku yang indah dan kau rusak. Jadinya apa ??. kau hanya berlalu begitu saja tanpa menyapaku dalam mimpi. Aku tau ini sakit jika benar-benar memikirkannya dengan hati. Haruskah aku katakan kepadamu ??. Bukankah ini terlalu singkat kalau aku memilikimu kemarin ??. bodoh, benar-benar bodoh… Namun, benar jika aku harus jujur aku sangat merindukanmu. Inginku bertemu dengan dirimu melampiaskan semua yang aku sesalkan kemarin saat kau ingin bertemu denganku dan aku mengabaikanmu. Dan aku sekarang menyesal setelah kau pergi dan menghilang begitu saja tanpa sepatah katapun memberi ucapan “ Selamat Tinggal”. Hanya kata itu yang ingin aku dengar. Namun kau hanya diam. Dan apakah kau tak ingin mengucapkannya kepadaku. Ah.. ataukah kau masih ingin bertemu denganku esok di masa depan sebagai teman akrab ? gumamku tak terasa melarutkan pagiku yang begitu miris ini. Jika benar suatu saat kita di izinkan Tuhan bertemu dan saling sapa. Aku takkan menolakknya. Karena aku hanya ingin BERTERIMA KASIH dan MEMINTA MAAF. Hanya itu.. ya, hanya itu yang bisa aku ucapkan kepadamu karena selama ini. Bukan-bukan, bukan selama ini. Hanya sesekali aku merindukanmu. Saat pertikaian terjadi kepada kami (aku dan lelakiku), kadang yang mengembalikan senyum itu adalah kau. Aku hanya mengingat agar tangisanku ini berhenti dan tidak meratapi masalah dengan kekasihku yang sekarang. Maafkan aku jika aku selalu membuatmu merasa hanya ku buat pelampiasan. Mulai sekarang berjanjilah untuk terus berjuang demi Masa depanmu. Dan semoga saja kita dapat bertemu di lain hari.~
Menghadirkan dirimu kedalam warna warni laguku. Kau yang sempat goresan rasa, laguku padamu tak terkira. Ku tak ingin bernyanyi lagu sunyi dan sendiri. Tapi, saat kau tak disini lagi. Kusadari sebenarnya itu. Cinta…  yang tiada pernah aku ungkapkan rasa itu. Ku terlalu banyak di buai alam. Nikmati pesona hutan dan ku tenggelam. Mampukah ku katakan ??.. aku padamu. “ dan saat ku denganmu selalu ingin ku katakan, karena seharusnya ku katakan. Namun, kini kau menghilang dan jauh melayang.

6.57 | 9.10.2016 | @wandagain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar