Mentari memberi kesan kepadaku untuk hari ini. Ia
menyapa perlahan seakan aku tidak terbangun dari tidurku. Namun, sang ibu telah
membangunkanku sejak dari tadi namun aku hanya tidak mendengarkannya karena aku
merasa mimpi ini lain. Iya… aku bermimpi ia kembali, dua tahun yang lalu. Hah… ~bodoh sekali, kenapa harus kembali lagi~.
Aku sangat berharap kau itu sudah tiada lagi dalam kehidupanku. Aku hanya muak
jika kau terus perlahan mampir dalam mimpiku yang indah dan kau rusak. Jadinya apa ??. kau hanya berlalu begitu
saja tanpa menyapaku dalam mimpi. Aku tau ini sakit jika benar-benar
memikirkannya dengan hati. Haruskah aku katakan
kepadamu ??. Bukankah ini terlalu singkat kalau aku memilikimu kemarin ??. bodoh,
benar-benar bodoh… Namun, benar jika aku harus jujur aku sangat
merindukanmu. Inginku bertemu dengan dirimu melampiaskan semua yang aku
sesalkan kemarin saat kau ingin bertemu denganku dan aku mengabaikanmu. Dan aku
sekarang menyesal setelah kau pergi dan menghilang begitu saja tanpa sepatah
katapun memberi ucapan “ Selamat Tinggal”.
Hanya kata itu yang ingin aku dengar. Namun kau hanya diam. Dan apakah kau
tak ingin mengucapkannya kepadaku. Ah..
ataukah kau masih ingin bertemu denganku esok di masa depan sebagai teman akrab
? gumamku tak terasa melarutkan pagiku yang begitu miris ini. Jika benar
suatu saat kita di izinkan Tuhan bertemu dan saling sapa. Aku takkan
menolakknya. Karena aku hanya ingin BERTERIMA KASIH dan MEMINTA MAAF. Hanya
itu.. ya, hanya itu yang bisa aku ucapkan kepadamu karena selama ini.
Bukan-bukan, bukan selama ini. Hanya sesekali aku merindukanmu. Saat pertikaian
terjadi kepada kami (aku dan lelakiku), kadang yang mengembalikan senyum itu
adalah kau. Aku hanya mengingat agar tangisanku ini berhenti dan tidak meratapi
masalah dengan kekasihku yang sekarang. Maafkan aku jika aku selalu membuatmu
merasa hanya ku buat pelampiasan. Mulai sekarang berjanjilah untuk terus
berjuang demi Masa depanmu. Dan semoga saja kita dapat bertemu di lain hari.~
Menghadirkan dirimu kedalam warna warni laguku. Kau
yang sempat goresan rasa, laguku padamu tak terkira. Ku tak ingin bernyanyi
lagu sunyi dan sendiri. Tapi, saat kau tak disini lagi. Kusadari sebenarnya
itu. Cinta… yang tiada pernah aku ungkapkan
rasa itu. Ku terlalu banyak di buai alam. Nikmati pesona hutan dan ku tenggelam.
Mampukah ku katakan ??.. aku padamu. “ dan saat ku denganmu selalu ingin ku
katakan, karena seharusnya ku katakan. Namun, kini kau menghilang dan jauh
melayang.
6.57 | 9.10.2016 | @wandagain

Tidak ada komentar:
Posting Komentar