Gemuruh angin semerbak membawa segala kecamuk yang ingin membiarkanku ingin pergi dari kehidupan yang tak abadi ini.
Orang orang di dalam sana sesekali melihatku seakan mentertawaiku dengan keadaan terbujur kaku.
Banyak yang berbahagia jika hati ini terluka bahkan hancur, aku mengira bahwa mereka sempat membantu, namun tidak itu hanya omong kosong belaka.
Aku di acuhkan di caci maki bahkan aku sempat menetes bening bening putih di dasar pipi yang kiranya sudah mulai pucat.
Oh Tuhan, jika kau biarkan aku hidup di jalanmu, tolong topanglah aku di bahuMu sejenak untuk bersandar dan bangkit. Aku sangat ingin melihatMu sekarang.
Astaghfirullah,,,, Astaghfirullah,,,, Astaghfirullahhalladzim...
Ingin rasanya mengakhiri sebuah kehidupan yang penuh kebodohan ini, ingin sekali mengakhiri sebuah kehidupan yang penuh pro dan kontra ini.
Sakit memang membiarkan luka lama terbuka lagi dan makin selebar lebarnya hingga tak kuasa ingin di perban lagi. Biarkan mereka yang melihat berbahagia, tertawa di atas penderitaan orang lain.
Cukup tau siapa yang pantas di jadikan sahabat, teman, saudara dan bahkan keluarga.
Sungguh Kau Maha Besar ya Tuhanku. Sungguh aku haus akan kasih sayang DariMu..
Semoga tidurku malam ini penuh dengan kenyamanan, kenyamanan dalam topangan olehMu ya Robbiku.
Alhamdulillah.. Masih bisa mengucap tahmid di depanMu, Di jalanMu Tuhan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar