MAKALAH
KETERAMPILAN
MENULIS
ANALISIS
KESALAHAN BAHASA
Dosen Pengampu
Iib Marzuqi,
M.Pd.
NAMA KELOMPOK 7
1.
Awanda
Devi Wulandari
2.
Henti
Aisatun
3.
Mahfud
Fendy
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS
ISLAM DARUL ‘ULUM LAMONGAN (UNISDA)
Jln. Airlangga No.3 Sukodadi Lamongan
2016
BAB II
Keterampilan
Menulis Dalam Pembelajaran Bahasa
2. Ejaan
Ejaan adalah aturan pelambangan atau
penggambaran bunyi-bunyi ujar suatu bahasa. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku
dewasa ini disebut Ejaan Yang Disempurnakan (EyD). Dalam buku ini akan di
bicarakan tiga hal tentang ejaan, yaitu (a) Penggunaan huruf, (b) Penulisan
huruf, dan (c) Penulisan kata.
a) Penggunaan
Huruf
Dalam bahasa Indonesia terdapat
26 huruf, yaitu yang terbagi atas huruf vocal dan selebihnya termasuk huruf
konsonan.
(1) Penggunaan
Huruf Vokal
Huruf vokal adalah bunyi yang
keluar tanpa hambatan. Artinya, saat keluar, bunyi tanpa adanya penyempitan dan
penutupan pada daerah artikulasi. Yang termasuk ke dalam bunyi ini adalah a,i,u,e,dan o. Terdapat beberapa huruf vokal
yang memiliki variasi fonetis. Kemudian huruf vokal e memiliki variasi /e/
(pada kata Apel) /E/ (pada kata Apel), atau vokal o memiliki variasi /O/ (pada
kata pohon).
Dalam penggunaan huruf vokal
dikenal juga istilah diftong atau vokal rangkap, yaitu au (pada kata gurau), ai
(pada kata lebai), dan oi (pada kata asoi). Ciri utama diftong adalah dalam
pengucapannya cukup dihembuskan satu nafas.
Kesalahan penggunaan huruf vokal
dapat dilihat dibawah ini :
1) Hamid dan Wafi pergi ke Indomart untuk membeli
cemilan(1).
2) Adikku ingin pergi ke pantay(2).
3) Toha disuruh ibunya ke pasar
untuk membeli cabe(3).
Pada
kata “Cemilan”, “Pantay”, dan kata
“Cabe” dalam kaidah bahasa Indonesia tidak
benar, seharusnya penulisan yang benar. Pelafalan ini merupakan perubahan fonem
vokal /e/ menjadi vokal /a/, konsonan /y/ menjadi vokal /i/, dan vokal /e/
menjadi diftong /ai/. jadi pembenarannya adalah “Camilan”, “Pantai”, dan “
Cabai”.
(2) Penggunaan
Huruf Konsonan
Huruf konsonan adalah bunyi yang
keluar terdapat hambatan. Artinya, saat keluar, bunyi terdapat penyempitan dan
penutupan pada daerah artikulasi, misalnya huruf /c/ akan terbentuk setelah
mendapat hambatan di ujung lidah, langit-langit dan gigi. Gigi sebagai
articulator, sedang ujung lidah dan langit-langit sebagai titik artikulasi.
Huruf-huruf yang termasuk ke dalam bunyi konsonan adalah huruf-huruf selain
huruf vokal.
Jika pada penggunaan huruf vokal
terdapat istilah vokal rangkap, pada bunyi konsonan juga terdapat istilah
konsonan rangkap atau kluster. Pada diftong, rangkap yang dimaksud maksimal
dua, sedangkan pada kluster maksimal tiga huruf, misalnya pada huruf eksposisi, …… dll. Terdapat kluster yang
dihitung satu huruf dan tidak dapat di pisahkan, misalnya kluster /kh/,/sy/,
/ng/, dan /ny/.
Terdapat ketentuan beberapa huruf
konsonan dalam penggunaan, yaitu huruf /q/, /x/, /y/, dan /w/.
(a)
Huruf
/q/ digunakan untuk penulisan kebutuhan ilmiah dan digunakan untuk menulis nama
kita suci umat islam, yaitu Alquran atau Quran.
(b)
Huruf
/x/ digunakan untuk menulis lambing-lambang kimia, misalnya Xenon serta untuk menulis nama diri,
misalnya Alex, Maxico. Pada kata serapan, huruf /x/ apabila terletak di awal kata
tetap ditulis /x/, tetapi apabila terletak di tengah atau akhir kata, huruf /x/
berubah menjadi /ks/, misalnya kata taxi
menjadi taksi, sex menjadi seks.
(c)
Huruf /y/ akan menjadi huruf /i/ apabila
terletak di akhir kata, misalnya kata belay menjadi belai dan diluluhkan
apabila terletak di antara huruf /i/ dengan /a/,/u/,/o/, dan /e/, misalnya dia dan siul. terdapat bunyi /y/ saat mengucapkan dia atau siul disebut
gejala polatalisasi.
(d)
Huruf
/w/ akan menjadi huruf /u/ apabila terletak di akhir kata, misalnya kata danaw menjadi danau dan akan diluluhkan apabila terletak diantara huruf /u/ dengan /a/,/i/, dan /e/, misalnya pada kata jual, kue, dan kuil. munculnya huruf /w/ saat mengucap ketiga kata tersebut
disebut gejala labialisasi.
Kesalahan
penggunaan huruf konsonan dapat dilihat dibawah ini
1)
Sutam
membersihkan aquarium(1) di sore hari.
2)
Anak
itu sedang berfikir(2) untuk membuat tulisan yang baik dan benar.
3)
kita
harus menjadi orang yang beradap(3).
4)
Ustad
itu sedang berda’wah(4) tentang tata cara haji.
Dalam analisis kesalahan
penggunaan hurf dapat dilihat di bawah ini.
1.
Kata
“Aquarium” dalam kaida bahasa Indonesia tidak benar, seharusnya adalah
“Akuarium”.
2.
Kata
“Ber-fikir” dalam kaida bahasa Indonesia tidak benar, seharusnya adalah
“Ber-pikir”.
3.
Kata
“Ber-adap” dalam kaida bahasa Indonesia tidak benar, seharusnya adalah
“Ber-adab”.
4.
Kata
“Ber-da’wah” dalam kaida bahasa Indonesia tidak benar, seharusnya adalah “ber-dakwah”.
Jadi, bila
didasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang benar, contoh yang kurang tepat
diatas pembenarannya adalah sebagai berikut.
1)
Sutam
membersihkan akuarium di sore hari.
2)
Anak
itu sedang berpikir untuk membuat tulisan yang baik dan benar.
3)
kita
harus menjadi orang yang beradab.
4)
Ustad
itu sedang berdakwa) tentang tata cara haji.
b) Penulisan
Huruf
Penulisan
huruf yang di maksud terdiri atas penggunaan huruf capital, huruf miring, huruf
kecil, huruf tebal dan huruf yang bergaris bawah. Implementasi penggunaan huruf
tersebut dapat diamati dari kesalahan penulisan huruf pada kalimat berikut.
dua(1) minggu yang akan datang wanda(2) bersama
teman-temannya akan berpergian ke “Negeri Sakura” yaitu jepang(3),
untuk meng-explore(4) budaya yang ada di sana. Sebelum berangkat
mereka melakukan doa bersama agar meraka dilindungi oleh pencipta-nya(5).
Mereka prepare(6) menuju bandara(7) Halim Perdana Kusuma,
dan diberi nasihat oleh kedua orang tua mereka, agar hati-hati di sana.
Kalimat di atas kesalahan penulisan terletak
pada penulisan huruf kapital dan huruf miring. Untuk mengetahui kebenaran
kalimat tersebut, perhatikan kaidah penggunaan huruf capital dan huruf miring
di bawah ini.
(1) Penggunaan Huruf Kapital
Penulisan huruf kapital digunakan bagian-bagian
berikut.
(a)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama sebuah
kalimat.
Kita harus rajin belajar.
(b)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama setiap kata
nama orang, nama bangsa, nama bahasa, nama suku, nama dalam geografi, nama
hari, nama bulan, dan nama tahun. Begitu juga nama dalam geografi yang tidak
diikuti nama, tidak dikapitalkan.
bangsa Indonesia, suku Sunda = mengindonesiakan kata asing.
(c)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama buku, nama
surat kabar, nama majalah, dan judul karangan yang tidak termasuk preposisi
(kata depan) dan konjungsi (kata sambung)
(d)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama nama agama,
nama kita suci, nama hari raya, nama Tuhan termasuk kata ganti dan sifat-Nya.
Tuhan selalu
menunjukkan jalan yang benar kepada setiap hamba-Nya
(e) Huruf kapital digunakan pada
huruf pertama lembaga atau badan pemerintah, ketatanegaraan, dan nama dokumen
resmi, termasuk juga singkatannya.Misalnya, Republik Indonesia;
Majelis Permusyawaratan Rakyat. Huruf kapital
tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.
Misalnya : menjadi sebuah republik, beberapa
badan hukum, kerja sama antara pemerintah dan rakyat,
menurut undang-undang yang berlaku.
(f)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama gelar
akademik, gelar kehormatan, gelar keagamaan, gelar keturunan dan nama jabatan
atau pangkat, termasuk singkatan-singkatan gelar tersebut yang disertai nama
orang. Bagi tidak disertai nama orang, huruf kapital tidak di pakai.
Sultan Hasanuddin, Haji Agus
Salim. = Tahun ini ia
pergi naik haji.
(g)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama petikan
(kutipan) langsung.
Adik berkata, “Kapan kita pulang?”
(h)
Huruf kapital digunakan pada huruf pertama istilah
kekerabatan yang digunaan sebagai kata ganti dan sapaan.
Adik bertanya,
“Itu apa, Bu?”
(2) Penggunaan Huruf Miring
Huruf miring digunakan pada
kata dalam cetakan. Bagi kata yang ditulis tangan atau diketik manual,
digunakan garis bawah. Huruf miring digunakan dibeberapa tempat, yaitu:
(a) Digunakan untuk menuliskan judul
buku, nama majalah, nama surat kabar yang dikutip dalam karangan.
Misalnya, Majalah Bahasa dan Kesusatraan, buku Negara kertagama karangan
Prapanca, surat kabar Suara Karya.
(b) Digunakan untuk menuliskan
istilah ilmiah, ungkapan asing atau daerah yang belum diadopsi ke dalam bahasa
Indonesia. Misalnya, Nama ilmiah buah manggis adalah carcinia mangostana.
(c) Digunakan untuk menegaskan atau
mengkhususkan huruf bagian kata, atau kelompok kata. Misalnya, Bab ini tidak
membicarakan penulis huruf kapital.
Jadi, bila didasarkan pada kaidah-kaidah
penggunaan huruf capital dan huruf miring tersebut, kalimat yang kurang tepat
di atas pembenarannya adalah sebagai berikut.
Dua(1) minggu yang akan datang Wanda(2) bersama
teman-temannya akan berpergian ke “Negeri Sakura” yaitu Jepang(3),
untuk meng-explore(4)
budaya yang ada di sana. Sebelum berangkat mereka melakukan doa bersama agar
meraka dilindungi oleh pencipta-Nya(5). Mereka prepare(6) menuju Bandara(7) Halim Perdana
Kusuma, dan diberi nasihat oleh kedua orang tua mereka, agar hati-hati di sana.
(3) Penggunaan Huruf Kecil
Huruf kecil digunakan selain pada
penggunaan huruf capital yang tercantum di atas.
(4)
Penggunaan Huruf Tebal
Huruf tebal
digunakan pada kata-kata yang dianggap penting dan yang perlu mendapat
perhatian oleh pembaca, misalnya sub judul dalam karangan.
Huruf tebal
hanya bisa digunakan dalam cetakan. Bila menggunakan tulisan tangan, penulis
dapat member I garis bawah pada kata yang dianggap penting atau yang perlu
mendapat perhatian tersebut. Namun, penggunaan garis bawah pada huruf tebal terdapat garis berganda.
Contoh
1
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
........................................................................................... i
DAFTAR
ISI
..........................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
......................................................................................
iii
contoh 2
DIA YANG KU PILIH MAHROMKU(2)
Cerpen
Karya Lily Arsy
Bunga-bunga itu memang cantik dan indah. Sayangnya bunga-bunga itu terkadang hanya untuk menaklukkan para dewi-dewi yang bertebaran hampir di seluruh permukaan bumi ini oleh para playboy…
Dalam
penulisan huruf tebal dapat digunakan kaidah seperti berikut:
1. Huruf
tebal dalam cetakan dipakai untuk menulis judul buku, bab, bagian bab, daftar isi,
daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks dan lampiran.
2. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menulis judul
buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar
pustaka, indeks dan lampiran.
Jadi, bila didasarkan pada kaidah-kaidah
penggunaan huruf tebal, kedua contoh yang kurang tepat diatas pembenarannya
adalah sebagai berikut.
Contoh 1
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
........................................................................................... i
DAFTAR
ISI
..........................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
......................................................................................
iii
Contoh 2
DIA
YANG KU PILIH MAHROMKU
Cerpen
Karya Lily Arsy
Bunga-bunga itu memang cantik dan indah. Sayangnya bunga-bunga itu terkadang hanya untuk menaklukkan para dewi-dewi yang bertebaran hampir di seluruh permukaan bumi ini oleh para playboy…
Dalam tulisan tangan atau ketik manual, huruf atau kata yang dicetak dengan
huruf tebal diberi garis bawah ganda.
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan
dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar